News  

Bertekad Pertahankan Kabupaten Layak Anak, Bantul Galakkan KELANA-DELANA

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Bantul, Ninik Istitarini, memberikan pemaparan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kapanewon dan Kalurahan Layak Anak 2025. (Dok Pemkab Bantul)

bernasnews – Semangat menjadikan Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) terus menyala. Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kapanewon dan Kalurahan Layak Anak Tahun 2025.

Langkah ini menjadi bukti bahwa Bantul tidak ingin berhenti pada capaian gelar semata. Kabupaten ini bertekad mempertahankan sekaligus memperkuat predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Utama yang berhasil diraih pada tahun 2025.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Bantul, Ninik Istitarini, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk menilai sejauh mana wilayah di tingkat kapanewon dan kalurahan telah mengintegrasikan hak serta perlindungan anak dalam setiap kebijakan, program, dan kegiatan mereka.

“Kami ingin memastikan setiap wilayah benar-benar memahami dan menerapkan prinsip ramah anak. Mulai dari lingkungan fisik, kebijakan, program, hingga partisipasi masyarakat,” tegas Ninik.

Menurutnya, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam mengidentifikasi kelebihan serta kekurangan tiap wilayah.

Evaluasi tersebut juga akan menjadi peta jalan pengembangan Kapanewon dan Kalurahan Layak Anak (KELANA-DELANA) di seluruh Kabupaten Bantul.

Fokus pada Kualitas dan Responsivitas Layanan Ramah Anak

Ninik menuturkan, pendekatan tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika dulu fokus utama adalah memperbanyak jumlah layanan ramah anak, maka kini arah kebijakan beralih pada peningkatan kualitas dan pengembangan layanan tersebut agar lebih responsif terhadap kebutuhan anak.

“Kalau dulu fokusnya penambahan layanan, sekarang kami dorong pengembangannya. Harapannya, semua layanan ramah anak benar-benar responsif terhadap anak-anak,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Ninik juga memaparkan berbagai aspek yang menjadi indikator evaluasi. Pengembangan KELANA-DELANA mencakup pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, penguatan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, peningkatan akses pendidikan, penyediaan ruang bermain dan kegiatan budaya, hingga pemberian perlindungan khusus bagi anak-anak yang rentan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas capaian Kabupaten Bantul yang berhasil mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak dengan kategori “Utama”.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak. Tapi capaian ini tidak boleh membuat kita puas diri. Justru harus menjadi bahan bakar untuk terus mewujudkan cita-cita besar: Bantul yang benar-benar layak bagi anak-anaknya,” tegasnya.

Aris menilai, anak-anak merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan Bantul. Karena itu, ia menekankan agar seluruh kapanewon dan kalurahan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga, demi menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat, aman, dan bahagia.

Langkah konsisten DP3AP2KB ini bukan sekadar memenuhi indikator administratif, melainkan menjadi gerakan sosial yang membangun kesadaran kolektif.

Di balik kegiatan evaluasi ini tersimpan tekad kuat untuk memastikan setiap anak di Bantul memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berpartisipasi tanpa rasa takut atau diskriminasi.

Program KELANA-DELANA kini bukan hanya sekadar label, tetapi menjadi semangat nyata yang berdenyut di setiap kalurahan.

Dari ruang kelas hingga ruang publik, dari kebijakan pemerintah hingga inisiatif warga, seluruh energi diarahkan untuk satu tujuan: menjadikan Bantul sebagai kabupaten tempat anak-anak tumbuh dengan bahagia dan bermartabat.