News  

Senggol Mobil Boks, Pengendara Aerox Asal Sleman Terluka Parah di Jalan Yogya–Wonosari

Keccelakaan di Jalan Yogya–Wonosari/Foto: Istimewa

bernasnews– Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Yogyakarta–Wonosari Km 24,5 pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 13.15 WIB. Peristiwa itu terjadi di depan SD Muhammadiyah Al-Fatih, Padukuhan Putat, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Melansir dari kabarjawa.com, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi AB 4559 OM dan mobil Mitsubishi pick up boks AB 8226 WK.

Pengendara Aerox bernama Awal Regutama (36), warga Purwomartani, Kalasan, Sleman, sedangkan pengemudi mobil boks adalah Ruly Wahyu Wijaya (22), warga Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari. Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara Aerox mencoba melakukan manuver mendahului kendaraan di depannya dari sisi kanan.

Namun, posisi motor terlalu mepet ke arah kiri. Stang motor diduga membentur pintu depan kanan kendaraan Mitsubishi L300.

“Akibat benturan tersebut, pengendara motor langsung terjatuh ke aspal dan terpental beberapa meter dari titik benturan,” jelas Iptu Paryadi, Senin sore (27/10/2025).

Benturan keras membuat helm korban terlepas. Awal sempat sadar, tetapi kondisinya lemah dan pandangannya buram. Polisi menyebut, korban mengalami patah pada pergelangan tangan kiri, pembengkakan pada mata kanan, keluar darah dari mulut dan telinga, serta lecet di kaki kanan dan tumit.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung melapor ke kepolisian. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Patuk bersama tenaga medis datang ke lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan berada di Mapolsek Patuk sebagai barang bukti. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kurangnya antisipasi dan salah perhitungan menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Kelebihan percaya diri dan salah perhitungan sekecil apa pun bisa berujung fatal di jalan raya,” tegas Iptu Paryadi.

Ia mengimbau seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati saat mendahului kendaraan lain, terutama di jalur antar kota yang padat dan sering dilalui kendaraan besar dengan kecepatan tinggi.

“Pastikan jarak aman, gunakan lajur yang benar, dan jangan terburu-buru saat berkendara. Keselamatan lebih penting daripada kecepatan,” pesannya.***(Eln)