bernasnews— Langit Yogyakarta tampak tenang pagi ini, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan warga agar tidak lengah.
Senin, 27 Oktober 2025, potensi hujan deras disertai angin kencang dan kilat kembali mengintai sejumlah wilayah DIY, terutama Sleman bagian utara.
Peringatan dini ini berlaku 24 jam penuh, mulai pukul 07.00 WIB hingga esok hari. BMKG menyebutkan bahwa dinamika atmosfer regional dan penguapan tinggi akibat suhu udara yang mencapai 31 derajat Celsius berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif di kawasan lereng Merapi dan sekitarnya.
Pagi Tenang, Sore Bisa Mencekam
BMKG memprakirakan kondisi cuaca pagi hari di seluruh wilayah DIY masih berawan. Namun, situasi akan berubah cepat saat siang menjelang sore.
Sleman bagian utara diprediksi menjadi titik paling rawan dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman bagian selatan juga berpotensi diguyur hujan ringan.
Sementara malam hari cuaca cenderung kembali berawan, meski sebagian wilayah selatan seperti Bantul dan Kulon Progo masih berpeluang mengalami hujan ringan saat dini hari.
Suhu dan Kelembapan Udara Masih Tinggi
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 70 hingga 96 persen. Kondisi ini memperkuat potensi terbentuknya awan cumulonimbus, penyebab utama hujan lebat dan angin kencang.
Arah angin dominan bertiup dari selatan menuju barat daya dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam. Pola angin ini juga dapat memperkuat pembentukan hujan di wilayah pegunungan dan pesisir selatan.
Gelombang Laut Sedang, Nelayan Diminta Waspada
Tak hanya daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir selatan untuk mewaspadai peningkatan tinggi gelombang laut. Perairan selatan Yogyakarta diprakirakan mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter — kategori sedang.
Nelayan tradisional diminta untuk tidak memaksakan melaut apabila kondisi angin dan gelombang mulai meningkat. Aktivitas wisata bahari juga diimbau berhati-hati, terutama di Pantai Parangtritis, Glagah, dan Baron yang kerap menjadi tujuan wisatawan.
BMKG: Waspada Angin Kencang dan Petir
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, (nama pejabat bisa disesuaikan), menegaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem akhir Oktober ini merupakan dampak peralihan musim dari kemarau menuju penghujan.
“Masyarakat harus tetap waspada, terutama di wilayah utara Sleman dan pesisir selatan. Potensi hujan deras disertai petir bisa terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.
BMKG juga mengimbau warga agar tidak berlindung di bawah pohon besar saat hujan deras, serta mematikan perangkat elektronik untuk mencegah sambaran petir.
Pemerintah daerah bersama BPBD DIY terus memantau potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, longsor, dan pohon tumbang. Warga diimbau segera melapor apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Musim hujan memang membawa kesejukan, namun juga menuntut kewaspadaan. Langit Yogyakarta bisa berubah dalam hitungan menit, dari cerah berawan menjadi gelap pekat disertai kilatan petir. Karena itu, langkah paling bijak adalah selalu siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem kapan pun terjadi.











