News  

Pemkot Yogyakarta dan KEIND DIY Resmi Bersinergi Dorong UMKM Naik Kelas

bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya memperkuat fondasi ekonomi lokal dengan menggandeng Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kolaborasi tersebut ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, dan Ketua Umum KEIND DIY, Zainabun, dalam acara Pelantikan Pengurus KEIND DIY dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-4 KEIND yang berlangsung di Hotel Tentrem, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Dalam suasana penuh optimisme, penandatanganan MoU itu menjadi tonggak baru bagi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat bersinergi dalam mendorong pengembangan UMKM, pemanfaatan energi terbarukan, serta penerapan teknologi inovatif di berbagai sektor pembangunan.

“Harapan kami ke depan, KEIND Yogyakarta bisa sinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Banyak pengusaha yang tergabung di KEIND, termasuk dari Jakarta dan berbagai daerah lain. Kami berharap mereka bisa ikut memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kota Yogyakarta,” ujar Wawan Harmawan.

Wawan menegaskan, bentuk kerja sama ini masih bersifat makro. Namun, pemerintah akan mengarahkan sinergi tersebut secara konkret pada sektor-sektor vital, terutama dalam pengembangan UMKM, inovasi energi bersih, dan teknologi pendukung wirausaha lokal.

“Kami ingin KEIND memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Yogyakarta, terutama dalam peningkatan daya saing UMKM dan penggunaan energi terbarukan,” tegasnya.

Tak hanya berhenti pada bidang ekonomi, Wawan mengungkapkan bahwa kolaborasi ini juga akan membuka ruang besar bagi pengembangan transportasi ramah lingkungan.

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama KEIND menyiapkan program konversi becak dan bentor menjadi becak listrik, sebagai langkah menuju kota bersih dan modern.

“Harapan kami, becak-becak di Kota Yogyakarta bisa segera dikonversi menjadi becak listrik. Ini bagian dari upaya menciptakan kota yang bersih dan modern. Kami akan upayakan percepatannya dengan dukungan CSR dan berbagai pihak lain,” ungkapnya.

Langkah tersebut diyakini akan memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus kota inovasi, yang menggabungkan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi ramah lingkungan.

Wawan juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Yogyakarta sebagai pusat pemasaran (hub) bagi produk unggulan daerah menuju pasar nasional dan internasional.

Ia menilai, sinergi dengan KEIND bisa menjadi jembatan penting bagi UMKM lokal agar mampu menembus pasar ekspor.

“Banyak anggota KEIND yang merupakan eksportir besar, termasuk di bidang kopi dan pertanian. Harapannya, Kota Yogyakarta bisa menjadi pusat penghubung untuk produk-produk ke luar negeri,” jelasnya.

Dengan jejaring luas KEIND yang menjangkau berbagai daerah dan sektor usaha, peluang Yogyakarta untuk naik kelas sebagai kota eksportir semakin terbuka lebar.

Kolaborasi Lintas Sektor, Harapan Baru bagi Ekonomi Jogja

Ketua Umum KEIND DIY, Zainabun, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal dari serangkaian program besar yang akan dijalankan bersama Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Penandatanganan dengan Pemkot ini baru tahap awal, baru langkah awal untuk kita merealisasikan apa yang ada di dalam MoU tersebut. Di situ sudah tertuliskan bahwa kita akan mengembangkan UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait dan para pengusaha di Yogyakarta,” tutur Zainabun.

Ia menjelaskan, KEIND merupakan wadah besar bagi para entrepreneur dari berbagai bidang usaha. Mulai dari UMKM, properti, digital, kesehatan, hingga event organizer, semuanya bersatu dalam semangat kolaborasi.

“Di KEIND ini kolaborasinya sangat luas. Tidak terpusat pada satu industri saja. Jadi kami memang merangkul semua sektor, karena kami percaya setiap pengusaha memiliki kontribusi unik untuk membangun daerah,” katanya.

Dengan ragam latar belakang pengusaha di bawah naungan KEIND, peluang kolaborasi antara Pemkot Yogyakarta dan KEIND dipastikan semakin luas. KEIND tidak hanya ingin memperkuat sektor pariwisata yang sudah menjadi ikon Yogyakarta, tetapi juga mendorong munculnya sentra-sentra ekonomi baru.

“Harapan kami memang bisa menjalin kerja sama yang tidak hanya fokus pada satu sektor saja. Walaupun Yogyakarta dikenal sebagai kota pariwisata, kami juga ingin mendorong pertumbuhan di sektor lain seperti industri kreatif, pertanian modern, dan energi hijau,” imbuhnya.

Zainabun menegaskan, kolaborasi Pemkot Yogyakarta dengan KEIND bukan sekadar penandatanganan di atas kertas, tetapi langkah nyata menuju ekosistem ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Dengan dukungan pengusaha lintas daerah serta visi kuat pemerintah, Yogyakarta perlahan meneguhkan diri sebagai kota kolaboratif yang menatap masa depan dengan percaya diri.

Menurutnya, kolaborasi ini membuka lembaran baru, bukan hanya bagi para pelaku UMKM, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Yogyakarta yang kini menyaksikan kotanya tumbuh menjadi pusat inovasi dan kewirausahaan modern.