bernasnews– Di tengah aktivitas jual beli di Pasar Prawirotaman, Yogyakarta, ada satu sudut kecil yang menarik perhatian. Di pojok itu, beberapa pedagang tampak serius meneteskan cairan reagen ke dalam wadah kecil berisi potongan bahan pangan.
Itulah Pojok Tes Kit, sebuah layanan inovatif dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memastikan bahan pangan di pasar rakyat aman untuk masyarakat.
Langkah sederhana tapi berdampak besar ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkot Yogyakarta dalam menjaga keamanan pangan rakyat di tingkat akar rumput.
Pojok Tes Kit di Pasar Prawirotaman
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan bahwa keberadaan Pojok Tes Kit bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi bentuk nyata tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat dari bahan pangan berbahaya.
“Pojok Tes Kit kami siapkan agar pedagang bisa langsung menguji bahan dagangannya. Mereka dapat memeriksa apakah produk mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil,” jelas Veronica, mengutip dari kabarjawa.com.
Pojok Tes Kit juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi pedagang dan konsumen. Di atas meja sederhana, cairan reagen, pipet, dan alat uji pangan menjadi senjata utama dalam menjaga mutu produk pasar.
Pedagang cukup membawa sampel dagangan, mulai dari tahu, ikan, mie basah, hingga bumbu dapur. Hasilnya bisa mucul dalam hitungan menit. Jika hasilnya negatif, para pedagang lega. Namun jika terdeteksi kandungan mencurigakan, petugas akan memberikan pendampingan dan arahan langsung.
“Kalau ada hasil positif, kami tidak serta-merta menindak, tetapi memberi edukasi agar pedagang paham bahaya dan mau memperbaiki sumber bahan mereka,” tambah Veronica.
Inovasi Pojok Tes Kit terbukti efektif membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama. Banyak pedagang kini lebih selektif dalam memilih pemasok bahan pangan, sementara konsumen merasa lebih tenang berbelanja di pasar yang memiliki sistem pengawasan aktif dan transparan.
Pasar Prawirotaman pun menjelma menjadi model pasar sehat dan modern yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional. Keberadaan Pojok Tes Kit turut memperkuat reputasi pasar ini, yang sebelumnya telah memperoleh Sertifikasi SNI Pasar Rakyat pada 2023.
Raih Penghargaan Nasional
Komitmen menjaga keamanan pangan tak hanya diakui secara lokal. Pasar Prawirotaman berhasil meraih Juara II Nasional dalam ajang Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Veronica mengungkapkan, capaian tersebut lahir dari kerja sama erat antara pemerintah, pedagang, dan komunitas pasar.
“Semua pihak punya peran dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Kami ingin membangun budaya disiplin dan saling mengingatkan di antara pelaku pasar,” ujarnya.
Kini, Pojok Tes Kit tidak hanya menjadi alat pengawasan, tetapi juga simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pojok Tes Kit di Pasar Prawirotaman itu menjadi gerakan besar menjaga keamanan pangan di Kota Yogyakarta.
“Keamanan pangan bukan sekadar slogan, tapi komitmen hidup yang dijaga bersama antara pedagang, konsumen, dan pemerintah,” tegas Veronica.
Dengan semangat kebersamaan itu, Pemkot Yogyakarta berharap setiap pasar rakyat mampu menjadi ruang ekonomi yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi, sekaligus tempat belanja yang aman serta nyaman bagi warga kota.***(Eln)












