News  

Motor Oleng, Perempuan Paruh Baya Meregang Nyawa Tertabrak Ambulans di Jalan Jogja–Wates Kulon Progo

kecelakaan kulon progo
kecelakaan kulon progo

bernasnews – Suasana sore di Jalan Jogja–Wates, Kabupaten Kulon Progo, berubah mencekam setelah terdengar suara benturan keras sekitar pukul 18.05 WIB, Selasa (22/10/2025). Seorang perempuan paruh baya, warga Kapanewon Kokap, meninggal dunia di tempat setelah sepeda motornya terjatuh dan tertabrak ambulans dari arah belakang.

Kecelakaan tragis itu terjadi di depan warung Mie Ayam Brunch, kawasan Desa Kedungsari, Kapanewon Pengasih. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, insiden melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AB-6348-BP dan ambulans Suzuki APV AB-9513-AW.

“Pengendara motor Honda Beat bernama S, perempuan berusia 46 tahun, warga Kokap, meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Iptu Sarjoko diberitakan tugujogja.id.

Menurut keterangan saksi, korban melaju dari arah timur menuju barat di jalur utama Jogja–Wates yang saat itu cukup ramai menjelang waktu magrib.

Ketika sampai di kawasan Kedungsari, motor korban tiba-tiba oleng dan kehilangan kendali. Dalam hitungan detik, kendaraan itu terjatuh ke badan jalan, sementara tubuh pengendaranya terpental ke arah belakang.

Pada saat bersamaan, ambulans Suzuki APV yang dikemudikan MWB (44), warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta, melaju dari arah yang sama.

Karena jarak terlalu dekat, pengemudi ambulans tidak sempat menghindar dan menabrak korban serta motornya yang sudah terjatuh di aspal.

Benturan keras membuat suasana panik. Warga sekitar langsung keluar rumah, sebagian menjerit histeris, sementara yang lain berusaha memberi pertolongan. Namun nyawa korban tak tertolong. Ia meninggal di tempat dengan luka serius pada bagian tubuhnya.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Pemeriksaan

Unit Gakkum Satlantas Polres Kulon Progo segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan diamankan, sementara sejumlah saksi dimintai keterangan untuk memastikan kronologi kejadian.

“Tidak ada luka pada pengemudi ambulans. Namun kendaraan mengalami kerusakan di bagian depan kanan,” kata Iptu Sarjoko.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah hilangnya kendali pada motor korban.

Dugaan sementara, korban kehilangan keseimbangan saat berkendara, sehingga motornya jatuh ke jalan. Ambulans yang datang dari belakang tidak sempat melakukan pengereman mendadak.

Polisi masih menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti motor korban oleng. Faktor kondisi jalan, cuaca, serta kendaraan akan diperiksa untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian dari pihak lain.

Kerusakan parah tampak pada motor korban. Velg roda belakang bengkok, bodi kiri lecet, spakbor pecah, dan tebeng depan terlepas. Sementara pada ambulans, ban depan kanan pecah dan bumper kanan retak akibat benturan keras.

Jalan Normal Kembali, Duka Masih Menyelimuti

Setelah olah TKP selesai, petugas mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit terdekat untuk keperluan visum. Arus lalu lintas sempat ditutup selama sekitar satu jam sebelum akhirnya dibuka kembali.

Meskipun jalan kembali normal, suasana duka masih terasa di sekitar lokasi kejadian. Beberapa warga terlihat masih berbincang lirih membahas kronologi kecelakaan yang baru saja terjadi di depan mata mereka.

Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu waspada dan menjaga jarak aman, terutama di jalur padat seperti Jalan Jogja–Wates yang kerap dilalui kendaraan berat dan ambulans.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas di jalur penghubung antara Yogyakarta dan Kulon Progo. Satu lagi nyawa melayang di jalan raya, menjadi pengingat betapa pentingnya konsentrasi dan kendali penuh dalam berkendara.

Di balik setiap perjalanan, tersimpan tanggung jawab besar untuk tiba dengan selamat — sebuah pesan yang kembali menggema dari tragedi di Jalan Jogja–Wates sore itu. (Eln)