News  

Fenomena Biota Laut Mirip Udang Hebohkan Pantai Baru Bantul, Dinas Kelautan Imbau Warga Tak Konsumsi

Kemunculan biota laut kecil mirip udang di Pantai Baru, Bantul, yang membuat warga penasaran pada awal pekan ini. (Ist)

bernasnews – Suasana senja di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, mendadak ramai oleh perbincangan warga setelah beredar video hewan laut kecil menyerupai udang di tepi pantai. Rekaman tersebut tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran.

Beberapa warga sempat mengira makhluk mungil berwarna putih itu sebagai “berkah laut” di musim peralihan, namun nelayan setempat segera meluruskan. Menurut mereka, hewan itu bukan udang, melainkan parasit laut yang bisa membahayakan jika dikonsumsi.

Suyanto, nelayan Pantai Baru yang sudah berpengalaman puluhan tahun, menjadi salah satu saksi munculnya biota tersebut. Ia menyebut kejadian itu berlangsung dua hari berturut-turut, pada Senin dan Selasa, 20–21 Oktober 2025.

“Kejadiannya hari Senin dan Selasa. Kalau hari ini sudah tidak ada. Dan itu bukan udang, tapi parasit laut kecil yang biasa hidup di sampah laut,” ujar Suyanto, Rabu, 22 Oktober 2025 seperti dikutip dari  kabarjawa.com.

Ia menegaskan fenomena itu bukan hal mistis atau pertanda alam, melainkan akibat proses oseanografi alami bernama upwelling. Dalam peristiwa ini, arus laut dari dasar naik ke permukaan, membawa jasad renik dan biota kecil yang biasanya tersembunyi di kedalaman.

“Itu hal yang biasa, sebutannya upwelling. Jadi arus laut dari dasar naik ke atas membawa jasad-jasad laut kecil ke pantai, sehingga kelihatan seperti udang-udang kecil,” jelasnya.

Menurut Suyanto, kemunculan biota tersebut umum terjadi saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Namun, karena bentuknya menyerupai udang, warga sering salah paham dan mencoba mengambilnya.

“Padahal itu tidak bisa dikonsumsi, karena itu parasit laut. Jadi jangan termakan video yang beredar itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, makhluk serupa juga muncul di sejumlah titik pantai selatan lainnya seperti Parangtritis. Suyanto mengingatkan agar warga tidak mengambil atau menyentuh biota itu.

“Jadi jangan diambil apalagi dikonsumsi. Itu parasit laut, dan biasanya menempel di tubuh ikan-ikan,” katanya.

Dinas Kelautan Pastikan Bukan Udang

Menanggapi kehebohan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul langsung melakukan pemantauan di lokasi.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP Bantul, Kristanto Kurniawan, membenarkan adanya fenomena tersebut dan mengaku baru pertama kali menjumpainya selama bertugas.

“Iya betul memang ada kejadian itu, dan sejak saya menjabat Kabid baru pertama kali ini terjadi,” ujarnya.

Kristanto menjelaskan bahwa biota yang terlihat seperti udang itu sebenarnya parasit laut yang hidup menempel pada ikan. Bentuknya kecil, dengan tubuh transparan keputihan, cangkang keras, dan kaki penjepit yang kuat.

“Itu sejenis parasit laut kecil. Mereka biasa hidup di dasar laut bersama sampah organik, lalu terbawa arus balik ke permukaan dan terseret ombak hingga ke pantai,” jelasnya.

Fenomena seperti ini, lanjutnya, lazim terjadi di awal musim hujan saat arus bawah laut membawa material dasar laut ke permukaan. Biota tersebut memang tidak beracun, tetapi tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

“Fenomena itu terjadi biasanya di awal musim kelima, saat upwelling muncul. Biota itu punya cangkang keras dan kaki cengkeraman kuat, tapi tidak untuk dimakan. Kalau ukurannya lebih besar, biasanya jadi parasit di berbagai jenis ikan,” terang Kristanto.

Ia menegaskan, masyarakat sebaiknya tidak mencoba menjadikan biota itu bahan makanan, baik dengan cara digoreng maupun dibuat camilan.

“Jangan dipeyek, apalagi dimakan mentah. Kalau mau makan udang, lebih baik ke rumah makan seafood di pinggir Pantai Baru saja,” katanya sambil berkelakar.

Antara Keindahan dan Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa laut tidak hanya menyimpan keindahan, tetapi juga dinamika ekosistem yang kompleks.

Gelombang Pantai Baru yang tenang menyimpan pesan penting: tidak semua yang terlihat seperti makanan laut adalah rezeki yang bisa disantap.

Nelayan dan Dinas Kelautan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa penjelasan ilmiah. Video yang viral hanyalah sebagian kecil dari fenomena alam yang sebenarnya dapat dijelaskan secara sains.

Kini, Pantai Baru kembali tenang, meski cerita tentang “udang misterius” itu masih jadi bahan obrolan di warung-warung nelayan.

Di balik kejadian tersebut, tersimpan satu pesan penting bagi masyarakat pesisir: kenali lautmu, hormati alamnya, dan jangan gegabah menghadapi keajaibannya. (Eln)