News  

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di DIY, Rabu 22 Oktober 2025

BMKG DIY memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang yang dapat melanda wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada Rabu, 22 Oktober 2025, sebagai dampak masa peralihan musim. (BMKG)

bernasnews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Sleman mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk Rabu, 22 Oktober 2025.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi sepanjang hari.

Peringatan dini tersebut berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB dan mencakup seluruh wilayah DIY. BMKG menyebut fenomena ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer akibat peralihan musim kemarau menuju musim penghujan di kawasan selatan Jawa.

Pada pagi hari, sebagian besar wilayah DIY diperkirakan berawan. Namun menjelang siang, pertumbuhan awan konvektif akan meningkat cepat dan berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah.

Sejumlah Wilayah Berpotensi Terdampak

Wilayah yang berpotensi terdampak paling signifikan antara lain Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Sedangkan Bantul bagian utara diprediksi mengalami hujan ringan.

“Pola pertumbuhan awan konvektif cukup signifikan siang hingga sore. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, terutama yang beraktivitas di luar ruangan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG memperkirakan suhu udara di DIY berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celcius dengan kelembapan tinggi mencapai 72 hingga 95 persen. Kondisi ini berpotensi mempercepat pembentukan awan cumulonimbus, yakni awan tebal pembawa hujan lebat dan petir.

Arah angin didominasi dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan antara 10–25 kilometer per jam. BMKG menambahkan, kecepatan angin bisa meningkat akibat sistem tekanan rendah di selatan Pulau Jawa.

Fenomena tersebut membuka peluang terjadinya angin kencang sesaat yang kerap muncul bersamaan dengan hujan deras. Dampaknya dapat berupa pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan ringan pada atap rumah.

Peringatan Juga Berlaku di Perairan Selatan DIY

BMKG juga memperingatkan masyarakat pesisir agar mewaspadai kondisi gelombang laut di perairan Yogyakarta yang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, masuk kategori sedang.

“Gelombang laut dapat meningkat sewaktu-waktu akibat pengaruh angin timuran yang menguat. Kami imbau masyarakat pesisir agar tetap berhati-hati,” tegas BMKG.

Nelayan serta wisatawan di kawasan Pantai Parangtritis, Glagah, dan Baron diminta memperhatikan kondisi ombak yang bisa berubah cepat ketika hujan disertai angin kencang terjadi.

BMKG menekankan, masyarakat tidak perlu panik menghadapi peringatan dini ini, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar, menjauh dari baliho atau papan reklame, dan menghindari aktivitas di area terbuka saat hujan lebat.

Pengemudi kendaraan juga disarankan lebih berhati-hati karena intensitas hujan tinggi bisa menurunkan jarak pandang serta meningkatkan risiko kecelakaan di jalan licin.

BMKG menjelaskan, fenomena hujan deras disertai angin kencang merupakan ciri khas masa pancaroba. Dalam fase ini, pola angin dan suhu permukaan laut berubah cepat, menyebabkan instabilitas atmosfer. Akibatnya, awan-awan hujan sering tumbuh mendadak dengan intensitas tinggi namun durasi singkat.

Fenomena tersebut juga berpotensi disertai petir dan pusaran angin kecil (puting beliung) di beberapa lokasi. “Masyarakat kami imbau untuk tetap memantau informasi cuaca harian melalui kanal resmi BMKG,” tulis lembaga itu menutup laporannya.