bernasnews — Di lereng perbukitan Gombang, ribuan bibit tanaman energi tumbuh seiring semangat baru menuju pertanian modern. Rumah Bibit Desa Berdaya Energi Gunungkidul kini tidak hanya menjadi tempat persemaian, tetapi juga simbol transformasi teknologi bersih dalam sektor pertanian.
Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalankan program Electrifying Agriculture yang menggabungkan listrik, teknologi Internet of Things (IoT), dan inovasi hijau dalam satu sistem berkelanjutan.
Gunungkidul yang dahulu identik dengan lahan kering kini menunjukkan perubahan berkat kehadiran listrik dan teknologi. PLN EPI menggandeng GAPOKTAN Tani Mulya di Kalurahan Gombang untuk mengelola Rumah Bibit Desa Berdaya Energi.
Tanaman yang dibudidayakan mencakup Kaliandra dan Indigofera. Ranting tanaman ini digunakan sebagai biomassa untuk energi alternatif, sedangkan daunnya menjadi pakan ternak bergizi tinggi.
Program Electrifying Agriculture menjadi bagian dari komitmen PLN EPI mendukung transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon. Di rumah bibit ini, penyiraman, kelembapan, suhu tanah, hingga kebutuhan air dikendalikan secara digital.
Sistem berjalan otomatis menggunakan energi listrik, menggantikan metode manual yang selama ini banyak menghabiskan waktu dan tenaga.
Teknologi Internet of Things membuat rumah bibit ini berfungsi layaknya laboratorium hijau. Sensor mengirim data secara real-time ke sistem pemantauan, memastikan kebutuhan tanaman terpenuhi tepat waktu. Proses pembibitan menjadi lebih presisi, efisien, dan minim pemborosan sumber daya.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bukti sinergi antara transformasi energi bersih dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital.
“Kini, dengan penerapan Electrifying Agriculture dan IoT, Rumah Bibit mampu bekerja cerdas dan hemat energi. Teknologi ini memudahkan pemantauan tanaman secara langsung sekaligus mendukung penggunaan energi bersih untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Mamit.
Ia menambahkan, PLN EPI tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian masa depan yang mengandalkan energi bersih dan inovasi digital.
Efisiensi, Produktivitas, dan Model Desa Energi
Ketua GAPOKTAN Tani Mulya, Satiman, merasakan langsung dampak perubahan tersebut. Ia menyebut bahwa penggunaan listrik menggantikan bahan bakar fosil dan sistem digital mengurangi beban kerja petani.
“Dengan Electrifying Agriculture, kami berhasil menekan biaya operasional karena semua proses menggunakan listrik. Alat penyiram otomatis, sistem kontrol suhu, dan pemantauan digital membuat kerja kami lebih cepat, akurat, dan efisien,” ungkap Satiman.
Penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas bibit, tetapi juga menumbuhkan kesadaran petani terhadap pentingnya energi bersih dan inovasi.
PLN EPI menjadikan Rumah Bibit Gombang sebagai prototipe Desa Berdaya Energi, yaitu model pembangunan desa yang menggabungkan kemandirian energi, teknologi, dan penguatan ekonomi lokal. Program ini berpotensi direplikasi di daerah lain yang memiliki sumber biomassa melimpah.
Langkah ini selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Melalui integrasi energi bersih dan teknologi, PLN EPI ingin memastikan pertanian modern tumbuh tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai Subholding PLN, PLN Energi Primer Indonesia bertugas menjaga pasokan energi primer nasional melalui pengelolaan rantai pasok, logistik, dan pengembangan energi alternatif.
Program Electrifying Agriculture menjadi langkah strategis memperluas ekosistem energi bersih, memperkuat ekonomi desa, sekaligus membangun rantai nilai biomassa.
Dengan visi menjadi perusahaan global dalam solusi energi primer terintegrasi, PLN EPI menunjukkan bahwa transisi energi bukan lagi konsep, tetapi praktik nyata dari desa-desa di Indonesia.
Rumah Bibit Desa Berdaya Energi Gombang kini berdiri sebagai simbol perubahan itu. Dari lereng Gunungkidul, inovasi listrik dan teknologi tumbuh, menyemai masa depan pertanian yang hijau, efisien, dan berkelanjutan.











