News  

Sambut Natal, GBI dan Panitia Natal Bantul 2025 Gelar Bakti Sosial di Canden: Wujud Kasih dan Kepedulian untuk Sesama

Suasana bakti sosial Natal 2025 yang digelar GBI dan Panitia Natal Bantul di Balai Kalurahan Canden. (Ist)

bernasnews – Gereja Bethel Indonesia (GBI) bekerja sama dengan Panitia Natal Bantul 2025 melaksanakan kegiatan bakti sosial di Balai Kalurahan Canden, Jetis, Bantul, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari perayaan Natal 2025 sekaligus memperingati 55 tahun GBI berdiri. Pelaksanaan digelar untuk menghadirkan kepedulian kepada masyarakat dan memperkuat hubungan antara gereja dan warga.

Sejak pagi, warga datang ke lokasi untuk menerima berbagai layanan sosial seperti pemeriksaan kesehatan, bazar pakaian murah, konsultasi hukum, hingga layanan farmasi.

Panitia dan relawan memberikan pelayanan dengan tertib. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, hadir dan memberi apresiasi atas kegiatan ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam kegiatan bakti sosial ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat tetapi juga memperkuat kerukunan umat beragama.

“Semoga semangat kebersamaan umat Kristiani ini menjadi pengikat yang semakin mempererat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bantul,” tambahnya.

Lurah Kalurahan Canden, Beja, menyampaikan terima kasih karena wilayahnya dipilih sebagai lokasi kegiatan. Ia menyebut, Canden memiliki 15 padukuhan dan sekitar 4.400 kepala keluarga.

Beberapa warga masih menghadapi kemiskinan dan stunting sehingga kegiatan ini membawa manfaat.

Makna Natal dan Tanggung Jawab Sosial Gereja

Ketua Umum Panitia Natal 2025, sekaligus Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Kristanti Yuni Purnawanti, M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kasih dan pengabdian.

“Kami ingin kehadiran kami membawa manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi penguatan iman bagi kami,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di masa mendatang.

Ketua Panitia Bakti Sosial, Pendeta Simon Supriyanta, S.Th., menjelaskan gereja memiliki tanggung jawab moral untuk memberi solusi atas persoalan masyarakat. Gereja, menurutnya, tidak hanya melayani doa, tetapi juga turut hadir dalam kebutuhan sosial.

Beberapa layanan yang diberikan antara lain pemeriksaan mata dan skrining katarak, edukasi kesehatan gigi dan mulut, operasi bibir sumbing empat tahap, konsultasi hukum, pertanian dan peternakan, cek kesehatan umum, potong rambut gratis, serta bazar pakaian dengan harga terjangkau Rp5.000.

Menjelang sore, kegiatan tetap berlangsung dengan tertib. Warga terlihat mengikuti layanan hingga selesai. Kegiatan ini dianggap tidak hanya sebagai bentuk perayaan Natal, tetapi juga sebagai tindakan nyata dalam memperkuat solidaritas sosial.