News  

Yatim Mandiri Gelar OMATIQ 2025 di Yogyakarta, Sri Paduka Tekankan Pentingnya Nilai dan Literasi

KGPAA Paku Alam X menerima kunjungan perwakilan Yatim Mandiri membahas penyelenggaraan OMATIQ 2025 di Yogyakarta. (Dok Pemda DIY)

bernasnews – Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Yatim Mandiri pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an (OMATIQ) 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada Desember mendatang.

Kunjungan itu menjadi langkah awal kerja sama antara Pemerintah Daerah DIY dan Yatim Mandiri dalam menghadirkan ajang nasional yang menyeimbangkan aspek intelektual dan spiritual bagi anak-anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia.

Sri Paduka Tekankan Pentingnya Nilai dalam Pendidikan

Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka Paku Alam X menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan dalam proses pendidikan.

“Tetap diberi penguatan melalui edukasi, karena edukasi adalah investasi intelektual yang lebih long-lasting. Penanaman value atau nilai itu penting,” ujar Sri Paduka.

Beliau menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik semata, tetapi juga harus diarahkan untuk membangun karakter, moral, dan kepedulian sosial. Hal ini terutama penting bagi kegiatan yang melibatkan generasi muda, termasuk anak-anak yatim.

Pesan tersebut sejalan dengan visi Yatim Mandiri yang mengusung semangat kemandirian dan kemuliaan anak yatim melalui program pendidikan, sosial, dan pemberdayaan.

Grace Putri Aria, Corporate Communication Yatim Mandiri Pusat, menjelaskan bahwa audiensi dengan Wakil Gubernur DIY bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus mengundang beliau hadir dalam acara puncak OMATIQ.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari Yatim Mandiri diberi kesempatan untuk bertemu dengan Kanjeng Gusti Pangeran. Maksud kami adalah menyampaikan agenda olimpiade matematika dan Al-Qur’an yang akan kami selenggarakan Desember nanti,” ungkap Grace.

Ia menambahkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Yatim Mandiri karena OMATIQ akan memasuki edisi ke-10. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini akan digelar di Yogyakarta setelah sebelumnya selalu dilaksanakan di Jakarta.

“Ini tahun yang istimewa. Kami ingin memindahkan ke Jogja karena Jogja kan istimewa,” ujarnya.

Pemilihan Yogyakarta dinilai tepat karena kota ini memiliki reputasi sebagai pusat pendidikan dan budaya nasional.

Dengan karakter religius dan akademis yang kuat, Yogyakarta dianggap mampu menjadi tuan rumah yang ideal bagi ajang yang menggabungkan kompetisi logika dan nilai spiritual.

Peserta dari 50 Kota Siap Berkompetisi dan Belajar

OMATIQ 2025 akan diikuti oleh peserta dari 50 kota di Indonesia, mulai dari Medan, Riau, Palembang, hingga Maros dan Makassar. Mereka akan berkompetisi dalam dua bidang utama, yaitu olimpiade matematika dan Al-Qur’an.

“Kami ingin mengundang Kanjeng Gusti untuk hadir dan memberikan motivasi serta inspirasi bagi adik-adik binaan kami. Karena salah satu moto kami adalah menginspirasi dan memuliakan mereka,” kata Grace.

Selain menjadi ajang lomba, OMATIQ juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan pembentukan karakter generasi muda muslim. Melalui kegiatan ini, Yatim Mandiri berharap para peserta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa Qur’ani dan semangat kemandirian.

Grace menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 16–18 Desember 2025. Babak semifinal dijadwalkan pada 16 Desember, dilanjutkan dengan final pada 17 Desember, dan ditutup dengan kegiatan edutour pada 18 Desember.

“Tanggal 18 itu kami akan ajak adik-adik keliling Jogja sambil memberikan edukasi di dalamnya. Jadi bukan sekadar wisata, tapi juga pembelajaran langsung tentang budaya dan nilai-nilai kemandirian,” ujarnya.

Konsep edutour tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memperkenalkan Yogyakarta bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kehidupan yang memadukan ilmu, nilai, dan budaya.

Dalam audiensi itu, Sri Paduka juga memberikan sejumlah masukan kepada tim Yatim Mandiri terkait penguatan literasi dalam program pembinaan.

“Beliau banyak menyampaikan hal terkait literasi. Semoga nanti bisa menjadi perbaikan dan penguatan untuk program-program kami ke depannya,” tutur Grace.

Masukan tersebut diterima dengan baik oleh Yatim Mandiri. Mereka berkomitmen menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam kegiatan pembinaan agar anak-anak yatim dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya.

Dengan dukungan Pemerintah Daerah DIY, OMATIQ 2025 diharapkan menjadi wadah inspiratif bagi anak-anak yatim di seluruh Indonesia. Yogyakarta siap menjadi panggung bagi generasi Qur’ani yang berkarakter, berilmu, dan siap membangun masa depan bangsa.