bernasnews – Panduan susunan doa Rosario 17 Oktober 2025. Hari Jumat dalam tradisi Gereja Katolik menjadi waktu khusus bagi umat untuk merenungkan Peristiwa Sedih dalam doa Rosario.
Melalui doa ini, umat diajak untuk menelusuri kembali kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus mulai dari saat Ia berdoa di Taman Getsemani hingga wafat di salib. Momen doa Rosario ini bukan sekadar bentuk devosi, tetapi juga wujud penyerahan diri sepenuhnya kepada kasih dan kehendak Allah melalui perantaraan Bunda Maria.
Doa Rosario pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, dapat didaraskan secara pribadi di rumah, di kapel, maupun bersama komunitas umat. Panduan berikut menyajikan susunan lengkap Doa Rosario dengan Peristiwa Sedih, yang bisa diikuti langkah demi langkah agar umat dapat berdoa dengan khusyuk dan terarah.
1. Pembukaan Doa Rosario
Tanda Salib
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Aku Percaya
Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian;
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.
Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.
Terpujilah
Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.
2. Tiga Salam Pembuka kepada Bunda Maria
Salam Putri Allah Bapa
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini,
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
Salam Bunda Allah Putra
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini,
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
Salam Mempelai Allah Roh Kudus
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini,
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.
Terpujilah
Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.
Peristiwa Sedih dalam Doa Rosario Hari Jumat
Peristiwa Sedih Pertama: Yesus Berdoa di Taman Getsemani
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Matius 26:39)
Dalam kesendirian dan penderitaan, Yesus menunjukkan ketaatan sempurna kepada kehendak Bapa. Umat diajak meneladani kesetiaan-Nya dengan tetap percaya pada kasih Allah dalam situasi sulit.
Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima:
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami,
Selamatkanlah kami dari api neraka,
Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga,
Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
Amin.
Peristiwa Sedih Kedua: Yesus Didera
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.” (Markus 15:19-20)
Yesus menanggung penderitaan dengan penuh kasih, tanpa membalas kebencian dengan kebencian. Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk menanggung penderitaan hidup dengan sabar dan mengingat kasih Allah yang tak berkesudahan.
Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Sedih Ketiga: Yesus Dimahkotai Duri
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.” (Markus 15:17-18)
Mahkota duri menjadi simbol penderitaan yang diterima Yesus dengan kerendahan hati. Ia tidak menaruh dendam kepada para algojo, melainkan tetap mengasihi mereka. Umat diundang untuk belajar mengampuni dan meneladani kasih yang sabar dari Kristus.
Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Sedih Keempat: Yesus Memanggul Salib ke Gunung Kalvari
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak.” (Yohanes 19:16b)
Yesus menapaki jalan sengsara menuju Golgota dengan memikul salib bagi keselamatan manusia. Dalam setiap langkah, Ia menunjukkan kasih dan keteguhan hati. Umat diajak meneladani keteguhan iman untuk memikul salib kehidupan dengan penuh penyerahan.
Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Sedih Kelima: Yesus Wafat di Salib
“Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.’” (Lukas 23:46)
Pada saat wafat di kayu salib, Yesus menyerahkan nyawa-Nya dengan penuh ketaatan kepada Bapa. Melalui wafat-Nya, pintu keselamatan dibuka bagi seluruh umat manusia.
Umat berdoa agar dalam menghadapi akhir hidup nanti, mereka pun dapat berserah penuh kepada kasih Bapa.
Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Doa kepada Santo Yosef
Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal;
Dalam dirimu Maria menaruh kepercayaannya;
Bersamamu Kristus menjadi manusia.
Santo Yosef,
Kepada kami perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungilah kami dari segala kejahatan.
Amin.
Penutup
Tanda Salib
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Makna Doa Rosario Hari Jumat
Susunan doa Rosario dengan peristiwa sedih menjadi momen refleksi rohani yang sangat mendalam. Melalui renungan atas sengsara Kristus, umat Katolik diingatkan untuk tidak takut menghadapi penderitaan, sebab dari saliblah mengalir keselamatan.
Dengan bersatu bersama Bunda Maria dalam doa, umat diajak memperbarui iman dan pengharapan akan kasih Allah yang tak terbatas.
Berdoalah Rosario pada hari Jumat ini dengan penuh kasih dan kesetiaan, agar hati kita semakin dipersatukan dengan Yesus yang menderita, wafat, dan bangkit demi keselamatan dunia.
***












