bernasnews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi pada Jumat (17/10/2025).
Dalam prakiraan cuaca harian yang berlaku 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, BMKG memproyeksikan hujan deras disertai angin kencang di sejumlah wilayah DIY.
Menurut BMKG, kondisi langit yang cerah di pagi hari belum menjamin cuaca aman sepanjang hari.
Menjelang siang hingga sore, pembentukan awan konvektif diperkirakan meningkat cepat di beberapa wilayah seperti Sleman, Bantul bagian timur, Kulon Progo bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara. Di wilayah tersebut, potensi hujan sedang hingga lebat dapat disertai kilat dan angin kencang.
Sementara itu, Kota Yogyakarta dan Bantul bagian utara berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang. Pada malam hari, langit cenderung berawan, namun menjelang dini hari, potensi hujan ringan kembali muncul di kawasan pesisir selatan Bantul dan Gunungkidul.
Suhu, Arah Angin, dan Kondisi Perairan
BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 22 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 65 hingga 95 persen. Arah angin umumnya bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Pola angin tersebut dinilai dapat memperkuat pembentukan awan hujan, terutama di wilayah dataran tinggi dan lereng perbukitan.
Selain wilayah daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk wilayah perairan selatan DIY. Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter dan termasuk kategori tinggi. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas nelayan serta pelayaran kapal kecil.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang, khususnya di wilayah Sleman, Bantul bagian timur, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Selain itu, nelayan dan wisatawan pantai juga diminta memperhatikan kondisi gelombang laut tinggi di perairan Yogyakarta,” demikian keterangan tertulis BMKG DIY.
Waspada Dampak Cuaca Ekstrem
BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat dalam durasi singkat dapat menimbulkan genangan air, pohon tumbang, hingga potensi tanah longsor di wilayah perbukitan.
Masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang, serta segera menjauh dari area berpotensi bahaya.
Selain itu, warga diminta mengamankan barang-barang di luar rumah dan berhati-hati terhadap kabel listrik yang mungkin terpapar air. BMKG menegaskan bahwa perubahan cuaca pada masa pancaroba dapat terjadi dengan cepat.
“Perubahan cuaca bisa terjadi sangat cepat, dari panas terik menjadi hujan deras hanya dalam hitungan menit,” ujar BMKG DIY dalam keterangannya.
Fenomena cuaca ini menunjukkan bahwa wilayah Yogyakarta tengah berada pada puncak transisi menuju musim hujan.
Aktivitas konvektif di atmosfer meningkat karena pemanasan permukaan yang tinggi pada siang hari, sehingga awan cumulonimbus mudah terbentuk dan berpotensi menimbulkan hujan deras disertai petir serta angin kencang.
BMKG DIY memastikan akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau kanal resmi BMKG melalui aplikasi Info BMKG, media sosial, maupun situs web untuk memperoleh informasi terkini dan valid.












