bernasnews— Seorang siswa kelas II sekolah dasar berinisial GS dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pramuka di wilayah Wonosari.
Kegiatan yang semula bertujuan untuk mengenalkan alam dan menumbuhkan karakter peserta didik itu, mendadak berubah menjadi peristiwa tragis yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, teman-teman, dan pihak sekolah.
Tragedi Siswa SD di Wonosari
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait insiden yang mengguncang dunia pendidikan daerah tersebut.
Melansir dari kabarjawa.com, ia menuturkan, kegiatan para siswa sejatinya merupakan bagian dari kurikulum muatan lokal, dalam bentuk pengenalan lingkungan dan observasi alam.
“Itu sebenarnya kegiatan bagus, tetapi seharusnya sekolah lebih hati-hati dan lebih terkontrol saat pelaksanaannya,” ujar Nunuk usai menerima laporan dari pihak sekolah, Kamis (16/10/2025).
Nunuk menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah outbound terbuka seperti yang ramai beredar di masyarakat. Menurutnya, kegiatan itu adalah bagian dari program Pramuka sekolah yang bertujuan mengenalkan siswa pada alam sekitar, termasuk tanaman obat dan kekayaan hayati di lingkungan sekitar sekolah.
“Jadi, kegiatan itu bukan outbound terbuka, melainkan kegiatan Pramuka. Anak-anak diajak mencari dedaunan dan tanaman obat di sepanjang jalan. Mereka bermain sambil belajar mengenali alam,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung di area perbukitan dan pinggir jalan, dengan pendampingan guru. Namun, di tengah suasana belajar yang riang, salah satu siswa tiba-tiba kehilangan kesadaran.
Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawa korban tidak tertolong. Insiden tersebut membuat kegiatan langsung dihentikan, sementara seluruh peserta dievakuasi.
Nunuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, sekaligus menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab dan mekanisme pengawasan selama kegiatan berlangsung.
“Kami akan turun langsung ke sekolah untuk meminta keterangan lengkap dari kepala sekolah dan para guru pendamping. Kami ingin tahu bagaimana mekanisme pengawasan dilakukan, serta apakah semua prosedur keamanan dijalankan,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Bentuk Tim Evaluasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul kini tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan sekolah untuk menyusun laporan kronologis secara menyeluruh. Laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi agar pelaksanaan kegiatan luar sekolah di masa mendatang lebih aman dan sesuai prosedur.
Nunuk menjelaskan bahwa kegiatan luar ruangan, termasuk Pramuka dan observasi alam, memang sangat penting untuk membangun karakter, kemandirian, serta kecintaan siswa terhadap lingkungan. Namun, ia menekankan bahwa keamanan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama.
“Kegiatan observasi lingkungan itu positif, tetapi jangan sampai keselamatan siswa terabaikan. Setiap aktivitas harus memiliki pengawasan ketat dan pendampingan penuh dari guru,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pendidikan Gunungkidul akan mengeluarkan surat edaran khusus. Surat ini mengatur pelaksanaan kegiatan luar kelas di seluruh satuan pendidikan.
Setiap sekolah nantinya wajib melaporkan rencana kegiatan serta mengantongi izin tertulis dari dinas sebelum menggelar kegiatan di luar lingkungan sekolah.
“Kami tidak ingin ada lagi anak yang menjadi korban akibat kurangnya pengawasan. Setiap kepala sekolah harus memastikan kegiatan pembelajaran di luar kelas berjalan aman dan sesuai prosedur,” ujar Nunuk.
Tragedi siswa SD di Wonosari ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sekolah di Gunungkidul maupun wilayah lain di DIY. Dunia pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada nilai akademik dan pengalaman belajar, tetapi juga menjadikan aspek keselamatan dan perlindungan siswa sebagai hal utama.
Masyarakat berharap agar tragedi ini menjadi momentum refleksi bersama bagi sekolah, pemerintah daerah, dan para orang tua. Setiap kegiatan pendidikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi siswa, tanpa mengorbankan keselamatan dan nyawa.***(Eln)












