bernasnews — Seorang driver ojek online bernama Budi Febriyanto (35), warga Jopaitan, Palbapang, mengalami kejadian tak terduga saat bekerja di malam hari.
Niatnya menyelesaikan order justru berubah menjadi peristiwa berdarah setelah ia diserang oleh orang yang diduga konsumen sendiri, pada Rabu dini hari, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 00.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Jopaitan, Dusun Serut RT 02, Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul.
Polisi dari Polres Bantul saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku dan motif di balik serangan tersebut.
Kronologi Serangan
Diberitakan kabarjawa.com, menurut keterangan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kejadian bermula ketika korban menerima pesanan Go-Ride sekitar pukul 00.17 WIB.
Titik penjemputan berada di kawasan Serut, Palbapang. Seperti biasa, korban langsung menuju lokasi sesuai petunjuk aplikasi tanpa kecurigaan sedikit pun.
Namun sesampainya di lokasi, suasana berubah tegang. Bukannya menyambut dengan ramah, orang yang diduga sebagai pelanggan malah memaki korban.
“Korban berusaha menenangkan situasi dan memilih pergi. Tapi begitu ia memutar arah, pelaku malah melemparkan celurit ke arah korban,” ujar Iptu Rita, Kamis, 16 Oktober 2025.
Lemparan pertama tidak mengenai sasaran. Budi yang panik segera membatalkan pesanan dan bergegas meninggalkan lokasi. Ia sempat berpikir bahwa masalah telah selesai. Namun dugaan itu salah besar.
Dihadang dan Diserang di Jalan
Saat melintasi jalan sepi di Kampung Jopaitan, korban dikejutkan oleh sosok yang berdiri menghadang di tengah jalan. Dalam kondisi gelap, wajah pelaku tampak marah. Budi tak punya pilihan selain menghentikan motor.
Tanpa peringatan, pelaku mengayunkan celurit ke arah kepala korban. Beruntung, sabetan itu hanya mengenai helm. Pelaku lalu memukul tangan korban sekali dan wajahnya dua kali hingga menyebabkan memar.
Budi berusaha melindungi diri sambil menunduk sebelum akhirnya berhasil melarikan diri ke rumah warga sekitar.
Dua warga bernama Heru Santoso (40) dan Suryanto (37) mendengar teriakan korban dan segera menolong. Mereka membantu menenangkan korban yang terlihat gemetar dan ketakutan.
Korban Laporkan Kasus ke Polisi
Setelah situasi lebih aman, korban langsung menuju Polres Bantul untuk melaporkan kejadian tersebut. Polisi segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mencari tahu motif sebenarnya. Dugaan sementara, ada unsur emosi spontan atau kesalahpahaman antara korban dan pelaku,” kata Iptu Rita.
Dua saksi yang merupakan warga sekitar sudah dimintai keterangan. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan akibat luka di tangan dan wajahnya.
Waspada Orderan Malam Hari
Kabar pembacokan cepat menyebar di komunitas driver ojek online di wilayah Bantul. Sejumlah pengemudi lain langsung berbagi peringatan agar berhati-hati menerima order malam hari.
“Sekarang banyak teman-teman yang mulai waspada. Kami saling share lokasi kalau dapat orderan yang mencurigakan,” kata salah satu rekan sesama driver yang enggan disebut namanya.
Polisi juga mengimbau masyarakat, terutama pengemudi ojek online, agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. “Kami akan menindak tegas pelaku kekerasan tersebut. Semua harus diselesaikan sesuai hukum,” tegas Iptu Rita Hidayanto.
Ia juga mengingatkan agar para pengemudi memeriksa kejelasan titik penjemputan dan tidak ragu membatalkan pesanan jika merasa ada tanda-tanda mencurigakan.
“Pastikan titik jemput jelas, dan jangan ragu membatalkan pesanan jika ada tanda-tanda mencurigakan,” pesannya.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan yang menimpa pekerja transportasi daring. Meski motif belum terungkap, peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang risiko yang dihadapi para driver saat bekerja di malam hari.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilanjutkan hingga pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (Eln)











