News  

BMKG DIY Ingatkan Gelombang Tinggi dan Hujan Disertai Angin Kencang pada Selasa, 14 Oktober 2025, Warga Diminta Waspada

BMKG DIY memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta. (Dok BMKG)

bernasnews — Cuaca di langit selatan Yogyakarta mulai menunjukkan tanda-tanda ekstrem. Awan bergulung di cakrawala dan angin bertiup lebih kencang sejak pagi, Selasa, 14 Oktober 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku selama 24 jam ke depan, mulai pukul 07.00 WIB.

Peringatan Cuaca Ekstrem: Gelombang Tinggi dan Hujan Deras

Dalam rilis resminya, BMKG DIY meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut tinggi dan hujan deras disertai angin kencang serta petir di sejumlah wilayah.

Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan nelayan maupun wisatawan di pantai selatan.

Pagi hari diperkirakan masih cerah berawan, namun BMKG memperingatkan bahwa situasi ini hanya bersifat sementara.

Menjelang siang hingga sore, awan konvektif diprediksi tumbuh cepat di beberapa wilayah, terutama Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang kemungkinan turun di wilayah tersebut, dan tidak menutup kemungkinan disertai petir serta hembusan angin kencang yang muncul tiba-tiba.

Pada malam hingga dini hari, kondisi langit kembali berawan, namun potensi gangguan cuaca belum sepenuhnya hilang.

Suhu Panas dan Kelembapan Tinggi Jadi Pemicu

BMKG mencatat suhu udara di wilayah DIY berada pada kisaran 22–32°C dengan tingkat kelembapan 70–97%.

Kondisi atmosfer yang lembap dan panas menciptakan instabilitas udara, yang mudah memicu terbentuknya awan hujan lebat.

“Udara yang lembab di lapisan bawah atmosfer menjadi bahan bakar bagi pertumbuhan awan-awan konvektif. Ini yang sering memicu hujan deras disertai petir dan angin kencang,” jelas prakirawan BMKG DIY dalam keterangan tertulis.

Fenomena ini sejalan dengan peningkatan aktivitas angin muson tenggara yang membawa uap air dari Samudra Hindia ke wilayah selatan Jawa.

Perpaduan suhu panas daratan dan kelembapan laut membuat kondisi cuaca menjadi sulit diprediksi dan bisa berubah cepat.

Gelombang Laut Capai Empat Meter di Selatan DIY

Peringatan paling serius disampaikan untuk kawasan laut selatan Yogyakarta.

BMKG mencatat tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk dalam kategori gelombang tinggi.

Kondisi ini sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran, perikanan, dan wisata bahari, terutama di kawasan Pantai Parangtritis, Depok, Glagah, dan Krakal.

BMKG meminta nelayan dan wisatawan untuk menunda aktivitas di laut hingga situasi dinyatakan aman.

“Gelombang tinggi bisa muncul mendadak. Ombak setinggi empat meter berpotensi menggulung siapa pun yang terlalu dekat dengan bibir pantai,” demikian peringatan BMKG DIY.

Imbauan: Waspada, tapi Tetap Tenang

BMKG juga mengimbau masyarakat agar rutin memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

Warga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat terjadi hujan disertai petir, serta mengamankan benda-benda ringan yang bisa terbawa angin.

Selain itu, pemerintah daerah diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan jaringan listrik akibat cuaca ekstrem.

BMKG menegaskan, fenomena ini bukan sekadar peringatan biasa.

Dalam beberapa pekan terakhir, pola cuaca ekstrem di wilayah selatan Jawa terus meningkat akibat ketidakstabilan atmosfer dan perubahan arah angin muson.

“Perhatikan selalu prakiraan resmi dari BMKG dan hindari informasi yang tidak jelas sumbernya. Cuaca bisa berubah cepat, jadi tetap waspada namun jangan panik,” pungkas prakirawan BMKG DIY.