News  

Dukung SDGs dan UI GreenMetric, UNY Tanam Pohon Mangrove dan Bersihkan Kawasan Pantai Kulon Progo

Suasana penanaman mangrove oleh Tim UNY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon mangrove. Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi UNY dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berlangsung, di kawasan pesisir Pantai Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kabupaten Kulon Progo, pada Minggu (12/10/2025).

Penanaman mangrove oleh 90 mahasiswa UNY dari berbagai fakultas termasuk sejumlah mahasiswa asing dari berbagai negara ini, sekaligus memperkuat peran UNY dalam pemeringkatan UI GreenMetric (UIGM), yang menilai kampus berdasarkan praktik keberlanjutan lingkungan.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Infomasi UNY Prof. Soni Nopembri dalam sambutannya mengemukakan, bahwa dalam kegiatan ini mahasiswa selain bisa belajar lingkungan laut juga sekaligus belajar tentang mangrove sebagai salah satu ekosistem pantai.

“Penanaman mangrove ini dapat mendukung ekosistem pantai dan laut secara berkelanjutan,” terang Prof. Soni.

Ketua Pengelola Wana Tirta Pantai Pasir Mendit, Warso menyambut baik kegiatan yang diinisiasi UNY tersebut. Menurutnya, mangrove bukan sekedar tanaman biasa namun juga bisa mencegah sedimentasi dan mitigasi bencana karena menyerap karbon dalam jumlah banyak.

Perjuangan Warso dalam membesarkan wisata mangrove ini dimulai tahun 2009 dengan penanaman 50.000 pohon bekerjasama dengan LPPSP Semarang, dibuka sebagai obyek wisata tahun 2016 dan viral hingga sekarang.

Panitia, pengelola dan mahasiswa UNY foto bersama di bibir pantai Mendit, Kulon Progo. (Foto: Istimewa)

Pada bagian lain, Koordinator kegiatan, Isti Yunita, Ph.D., mengungkapkan, bahwa aksi ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi bagian dari integrasi program kampus berkelanjutan dengan pendekatan langsung di lapangan. Mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi, mendukung keanekaragaman hayati pesisir, dan menjadi bagian penting dari mitigasi perubahan iklim.

“Penanaman ini mendukung beberapa poin SDGs sekaligus meningkatkan skor keberlanjutan UNY dalam sistem UIGM,” bebernya.

Menurut Isti, pelestarian peduli lingkungan pesisir dengan membersihkan sampah plastik dan anorganik yang menumpuk di pesisir bertujuan mengurangi pencemaran laut serta menjaga ekosistem pantai tetap sehat.

“Sementara penanaman mangrove membantu mencegah abrasi, menahan sedimen, dan menjadi habitat penting bagi berbagai biota pesisir,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga berafiliasi dengan mitigasi perubahan iklim. Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon jauh lebih besar dibandingkan hutan daratan. Dengan menanam mangrove, UNY turut berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

“Lokasi penanaman dipilih berdasarkan data wilayah rawan abrasi dan penurunan kualitas ekosistem pesisir,” ujar Isti.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur masyarakat lokal, Wana Tirta serta Yayasan Lingkungan Hidup Kulon Progo, yang turut serta dalam penanaman dan edukasi lapangan. Kolaborasi ini memperkuat prinsip partisipatif dan inklusif, sesuai dengan nilai-nilai dalam indikator UIGM, seperti pendidikan lingkungan, pengelolaan lahan, energi, sampah, dan transportasi ramah lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat dan program UNY dalam konservasi lingkungan. Ke depan, UNY akan melakukan konservasi penyu serta mengembangkan kawasan edukatif berbasis pesisir sebagai bagian dari laboratorium alam terbuka,” jelas Isti Yunita.

“Kami ingin UNY tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga berperan aktif dalam pencapaian SDGs dan menjadi kampus yang ramah lingkungan sesuai indikator UIGM,” pungkasnya. (*/ ted)