bernasnews – Warga Padukuhan Trenggulun, Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria pada Minggu, 12 Oktober 2025 pagi.
Sosok tersebut ditemukan tergantung di sebuah gubuk sederhana di tengah kawasan hutan kecil bernama Alas Pudak, sekitar satu kilometer dari permukiman warga.
Korban diketahui berinisial KS (45), seorang perajin perak yang dikenal di lingkungannya sebagai sosok pekerja keras dan tekun.
Ia kerap menghabiskan waktunya di bengkel kecil di rumahnya untuk membuat berbagai kerajinan logam yang dikirim ke pelanggan di Yogyakarta. Namun kali ini, perjalanan rutinnya justru berakhir tragis.
Kronologi Kepergian dan Hilangnya Kontak
Diberitakan tugujogja.id, Kapolsek Tepus AKP Solechan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 11 Oktober 2025pagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, KS berpamitan kepada keluarganya untuk mengantar saudaranya yang tengah sakit ke rumah sakit di Wonosari.
Setelah urusan itu selesai, KS sempat menghubungi istrinya melalui telepon dan memberitahukan bahwa ia akan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk mengirim hasil kerajinan peraknya.
“Korban ini memang memiliki usaha kerajinan perak di rumahnya. Biasanya dia sendiri yang mengantarkan barang ke pelanggan di Jogja,” jelas AKP Solechan.
Sejak itu, komunikasi antara KS dan keluarganya terputus. Istrinya mengira sang suami pulang terlambat seperti biasa, karena rutinitas mengirim barang kadang membuatnya baru tiba di rumah menjelang dini hari. Namun hingga esok pagi, tak ada kabar apa pun dari KS.
Ditemukan oleh Mertua di Pagi Buta
Sekitar pukul 05.00 WIB, mertua KS berangkat ke ladang melewati jalur setapak di kawasan Alas Pudak.
Dalam perjalanan, ia melihat sebuah sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AB 4838 WO terparkir di tepi semak. Ia langsung mengenal kendaraan itu sebagai milik menantunya.
Karena curiga, ia menelusuri area sekitar. Tak jauh dari lokasi motor, terdapat sebuah gubuk bambu kecil di pinggir kebun jati. Saat membuka pintu, pandangannya langsung tertuju pada tubuh KS yang tergantung dengan seutas tali tampar di leher.
“Saksi langsung berteriak histeris dan meminta bantuan warga,” ujar AKP Solechan.
Teriakan itu membuat warga sekitar berdatangan. Mereka segera melapor ke Polsek Tepus. Petugas bersama tim medis datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi jenazah.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
“Korban meninggal karena gantung diri menggunakan tali tampar,” tegas AKP Solechan.
Jenazah KS kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Warga sekitar mengaku terkejut atas kejadian tersebut. (Eln)











