News  

Tiga Motor Senggolan di Jetis Bantul, Warga Girisuko Meregang Nyawa

bernasnews– Sabtu pagi, 11 Oktober 2025, udara di sekitar Jalan Imogiri Barat, tepat di depan Toko Bangunan Adi Baru, Dusun Denokan, Trimulyo, Jetis, tiga sepeda motor terlibat senggolan maut. Seorang warga Girisuko, Panggang, Gunungkidul, harus meregang nyawa akibat kecelakaan tragis itu.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB. Pikiran Unit Lantas Polsek Jetis menerima laporan masyarakat tentang kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan: Honda Scoopy AB-3813-MO, Honda Legenda AB-5069-NS, dan Honda Astrea Grand H-6942-KX.

Motor Senggolan di Jetis

Menurut keterangan PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kecelakaan bermula ketika RA (23), warga Girisuko, Panggang, Gunungkidul, yang mengendarai Honda Scoopy, melaju dari arah selatan ke utara. Di belakangnya, sang pembonceng, Eka Adi Chandra (22), ikut menumpang menuju arah kota.

Setibanya di lokasi kejadian, RA berusaha mendahului sepeda motor Honda Astrea Grand yang dikendarai KM (32), warga Banyusoco, Playen, Gunungkidul.

Namun, ruang jalan yang sempit tidak memungkinkan untuk menyalip dengan aman. Scoopy yang dikendarai RA justru menabrak bagian belakang motor Grand tersebut.

Benturan itu membuat Scoopy oleng ke kanan dan langsung menghantam motor Honda Legenda AB-5069-NS yang datang dari arah berlawanan, utara ke selatan.

Legenda dikendarai oleh ED (37), warga Sumberadi, Mlati, Sleman, dengan pemboncengnya MAD (28), warga Banguntapan, Bantul. Seketika, ketiga kendaraan itu terpental di aspal. Suara benturan keras memecah kesunyian pagi, disusul teriakan warga sekitar yang berlari menolong.

Warga sekitar langsung berhamburan ke lokasi. Mereka membantu mengevakuasi para korban yang tergeletak bersama kendaraan mereka. Dari lima orang yang terlibat, satu korban mengalami luka berat di bagian kepala. Ia adalah Eka Adi Chandra, pembonceng Honda Scoopy.

Kondisi Korban

Korban sempat dilarikan ke RS Panembahan Senopati Bantul, tapi nyawanya tak tertolong. Luka di bagian kepala terlalu parah. Ia meninggal dunia saat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, sang pengendara Scoopy, RA, hanya mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Pengendara Astrea Grand, KM, juga menderita luka ringan dan mendapat perawatan jalan. Begitu pula dengan ED dan MAD dari motor Legenda, yang mengalami luka lecet tapi tak memerlukan rawat inap.

Unit Lantas Polsek Jetis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Polisi juga mengamankan ketiga motor yang rusak cukup parah.

“Ketiga motor mengalami kerusakan pada bagian depan. Kerugian materi kami taksir sekitar Rp500.000,” ungkap Iptu Rita Hidayanto.

Petugas juga memastikan semua pengendara dan pembonceng mengenakan helm. Namun, kerasnya benturan membuat salah satu korban mengalami cedera kepala berat yang berakibat fatal.

Polisi mengimbau para pengendara agar berhati-hati, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri menyalip di jalan yang sempit atau padat.

“Keselamatan lebih utama. Jangan ambil risiko di jalan hanya karena ingin mendahului,” tegas Iptu Rita. (ef linangkung)