Urutan Doa Rosario Hari Jumat 10 Oktober 2025: Renungan dan Ujud Permohonan

Ilustrasi urutan doa Rosario hari Jumat 10 Oktober 2025 lengkap renungan dan ujud. (Pixabay.com)

bernasnews – Hari Jumat dalam tradisi Gereja Katolik selalu menjadi waktu istimewa untuk merenungkan penderitaan dan wafat Yesus Kristus. Berikut ini susunan atau urutan doa Rosario hari Jumat, 10 Oktober 2025 lengkap peristiwa sedih, renungan, dan ujud.

Umat diajak untuk menelusuri kembali kasih pengorbanan Yesus melalui peristiwa Sedih (Dolorosa) dalam doa rosario.

Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, doa rosario ini tidak hanya menjadi rangkaian doa rutin, tetapi juga sarana untuk memperdalam iman dan memohon rahmat melalui setiap renungan peristiwa yang dihadirkan.

Dalam panduan lengkap ini, tersaji urutan doa rosario hari Jumat beserta renungan dari lima peristiwa Sedih dan contoh ujub permohonan yang dapat didaraskan sesuai dengan kebutuhan dan niat umat.

Pembukaan Rosario Hari Jumat 10 Oktober 2025

Tanda Salib

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.

Aku Percaya

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.

Terpujilah

Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.

Doa Permulaan Rosario

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Salam Putri Allah Bapa

Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.

Salam Bunda Allah Putra

Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.

Salam Mempelai Allah Roh Kudus

Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.

Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.

Terpujilah

Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.

Lima Peristiwa Sedih Rosario Hari Jumat

Peristiwa Sedih Pertama:

Yesus Berdoa di Taman Getsemani
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Matius 26:39)

Renungan:
Dalam keheningan malam Getsemani, Yesus berdoa dengan hati gentar namun penuh penyerahan. Ia menunjukkan kepasrahan total pada kehendak Bapa. Melalui peristiwa ini, kita diajak untuk berani taat dan setia menjalani kehendak Tuhan, bahkan ketika jalan itu penuh penderitaan.

Ujud:
Ya Bapa, ajarilah kami agar dalam setiap pencobaan hidup, kami tidak goyah, tetapi mampu percaya bahwa Engkau senantiasa menyertai kami dengan kasih-Mu.

(Lanjutkan dengan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima)

Peristiwa Sedih Kedua:

Yesus Didera di Tiang Deraan
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya serta berlutut menyembah-Nya.” (Markus 15:19-20a)

Renungan:
Yesus menerima siksaan dengan sabar tanpa membalas. Tubuh-Nya yang terluka menjadi lambang kasih yang rela berkorban demi penebusan manusia. Kita pun diajak untuk memaknai penderitaan sebagai kesempatan untuk mempersatukan diri dengan salib Kristus.

Ujud:
Ya Tuhan, berilah kami kekuatan untuk tetap setia memikul penderitaan hidup kami dan menjadikannya persembahan kasih bagi sesama.

(Lanjutkan dengan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima)

Peristiwa Sedih Ketiga:

Yesus Dimahkotai Duri
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.” (Markus 15:17-18)

Renungan:
Yesus yang dimahkotai duri tetap menanggapi penghinaan dengan kasih. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan pengampunan. Kita diingatkan bahwa setiap penghinaan atau fitnah yang kita terima dapat menjadi kesempatan untuk meneladan kelembutan hati Yesus.

Ujud:
Bapa yang penuh kasih, ajarlah kami untuk tidak menyimpan dendam dan mampu mengampuni mereka yang menyakiti kami.

(Lanjutkan dengan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima)

Peristiwa Sedih Keempat:

Yesus Memanggul Salib ke Kalvari
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Golgota.” (Yohanes 19:16b)

Renungan:
Perjalanan Yesus menuju Kalvari penuh penderitaan, namun Ia tetap melangkah dengan keteguhan. Salib yang dipikul-Nya menjadi simbol kesetiaan dan kasih tanpa batas. Di tengah beban hidup, kita diajak untuk tetap berjalan dengan iman dan harapan.

Ujud:
Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu memikul salib kehidupan ini dengan sabar dan penuh cinta, mengikuti teladan Putra-Mu yang setia hingga akhir.

(Lanjutkan dengan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima)

Peristiwa Sedih Kelima:

Yesus Wafat di Salib
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)

Renungan:
Di atas kayu salib, Yesus menyerahkan nyawa-Nya sebagai puncak kasih bagi dunia. Dari wafat-Nya, lahir kehidupan baru bagi umat manusia. Kita diajak untuk mempercayakan seluruh hidup dan kematian kita kepada Allah yang penuh belas kasih.

Ujud:
Bapa yang Maha Pengasih, dampingilah kami dalam setiap perjuangan hingga akhir hidup kami, agar kami kelak boleh Kau sambut dalam damai surgawi.

(Lanjutkan dengan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima)

Doa Fatima

Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami.
Selamatkanlah kami dari api neraka,
Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga,
Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
Amin.

Doa kepada Santo Yusuf

Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yusuf,
Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungi kami dari setiap kejahatan.
Amin.

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.

Rosario hari Jumat 10 Oktober 2025 ini mengajak setiap umat untuk merenungkan betapa besar kasih Allah yang rela berkorban bagi keselamatan manusia. Demikianlah urutan doa Rosario hari Jumat 10 Oktober 2025 lengkap renungan dan ujud.

Melalui setiap butir doa, iman diperbarui, harapan diteguhkan, dan kasih semakin bertumbuh dalam hati setiap pendoa.

***