bernasnews – Ketika sebagian besar warga Dusun Kanutan RT 03, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, tengah terlelap, suasana tenang di desa itu mendadak berubah menjadi mencekam.
Pada Kamis, 9 Oktober 2025 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, rumah milik Bejo Lestari (40) menjadi sasaran pencurian.
Malam itu seharusnya berjalan biasa saja. Bejo bersama istrinya, Dewi Sri Wahyuni (33), memutuskan beristirahat di dua kamar berbeda sekitar pukul 23.00 WIB.
Tak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum mereka tidur. Namun sekitar pukul 03.00 WIB, Bejo terbangun karena merasa ada yang tidak beres.
Ketika membuka mata, Bejo melihat pintu bagian selatan rumahnya terbuka lebar. Padahal, sebelumnya ia yakin pintu itu telah tertutup rapat.
Rasa curiga langsung muncul. Ia menoleh ke arah atas lemari tempat ia biasa menaruh tas berisi uang tunai dan dua ponsel. Seketika tubuhnya menegang—tas tersebut sudah tidak ada di tempat.
Bejo segera membangunkan istrinya yang tidur di kamar sebelah. Dalam kondisi panik, mereka berdua menyisir seluruh isi rumah.
Dua kamar terlihat berantakan, lemari pakaian terbuka lebar, dan beberapa barang tergeletak tidak pada tempatnya. Setelah diperiksa, Dewi mendapati satu unit ponsel Samsung Galaxy A05 miliknya juga ikut hilang.
Tak lama kemudian, pasangan tersebut menemukan tas yang semula raib. Tas itu dibuang begitu saja di tempat sampah dekat rumah. Namun, seluruh isinya sudah lenyap—uang tunai sekitar Rp2 juta serta dua unit ponsel Samsung Galaxy A07 dan A05.
Masih dalam keadaan shock, Bejo segera menghubungi ayahnya, Supardi (63), yang tinggal tak jauh dari rumah. Bersama sang ayah, ia langsung menuju Polsek Bambanglipuro untuk membuat laporan resmi atas kejadian tersebut.
Menanggapi laporan yang diterima sekitar pukul 03.30 WIB, tim piket Polsek Bambanglipuro segera bergerak menuju lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memintai keterangan korban dan saksi, serta menelusuri kemungkinan jalur keluar-masuk pelaku.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 03.30 WIB. Petugas langsung mendatangi lokasi, memeriksa kondisi rumah, dan mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi-saksi,” ujar PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto seperti diberitakan kabarjawa.com.
Menurut hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga masuk melalui pintu bagian selatan rumah yang tidak terkunci dengan rapat. Meski belum ada petunjuk pasti mengenai identitas pelaku, polisi tengah mengumpulkan bukti dan jejak yang ditinggalkan.
Iptu Rita menambahkan, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli malam di wilayah-wilayah yang dianggap rawan. Ia juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan, terutama saat malam hari.
“Kami akan intensifkan patroli malam di wilayah rawan. Kami juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan,” tegasnya.
Peristiwa pencurian di rumah Bejo Lestari menambah daftar kasus kejahatan yang terjadi di wilayah pedesaan Bantul. Masyarakat kini diminta untuk tidak lengah dan memastikan pintu serta jendela terkunci sebelum beristirahat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Eln)











