bernasnews – Suasana siang di Padukuhan Tegalrejo, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, berubah drastis pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Ketenangan warga mendadak terguncang oleh kepanikan ketika seorang kakek berusia 60 tahun bernama Kasino ditemukan tewas tenggelam di dalam sumur aktif. Peristiwa ini bermula saat ia berusaha menolong cucunya yang terjatuh.
Sekitar pukul 11.45 WIB, Abi (3), cucu korban, sedang bermain di sekitar sumur yang menjadi sumber air utama keluarga.
Kondisi tepian sumur yang licin akibat lumut membuat bocah tersebut terpeleset dan jatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 10 meter. Kejadian berlangsung cepat dan tak terduga.
Mendengar suara air dan tangisan cucunya, Kasino yang berada tak jauh langsung berlari mendekat. Tanpa pikir panjang, ia melompat ke dalam sumur untuk menyelamatkan cucunya. Namun, keberanian itu berakhir tragis.
“Melihat cucunya jatuh, korban spontan masuk ke dalam sumur untuk menolong. Namun nahas, korban justru tenggelam dan tidak bisa diselamatkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono seperti diberitakan kabarjawa.com.
Evakuasi Dramatis di Dalam Sumur Sedalam 10 Meter
Beberapa warga yang melihat peristiwa tersebut langsung berusaha membantu. Mereka menurunkan ember dan tali untuk menarik Abi ke atas.
Upaya itu berhasil; bocah tersebut selamat dan segera ditarik ke permukaan dalam kondisi hidup, meski tubuhnya kedinginan dan masih ketakutan. Namun, sang kakek tak kunjung terlihat kembali.
Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran dan BPBD Gunungkidul. Tak lama kemudian, tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Damkarmat, Basarnas, Polsek Ngawen, Koramil, Save Rescue, dan aparat kalurahan tiba di lokasi.
Evakuasi jenazah berlangsung cukup lama karena kondisi sumur yang sempit dan dalam. Petugas menggunakan alat bantu tali pengaman untuk turun ke dasar sumur.
Dalam suasana haru, petugas berhasil menemukan dan mengangkat tubuh Kasino sekitar pukul 14.00 WIB, setelah hampir dua jam proses penyelamatan berlangsung.
“Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tidak ada kerusakan ataupun dampak lain yang ditimbulkan dari kejadian ini,” jelas Purwono.
Imbauan Keselamatan untuk Warga
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Abi yang masih kecil belum sepenuhnya memahami kehilangan yang baru saja terjadi. Kakek yang selama ini selalu menemaninya bermain kini telah tiada.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, tentang bahaya sumur terbuka di sekitar rumah.
Di banyak wilayah Gunungkidul, sumur aktif masih digunakan sebagai sumber air utama namun belum dilengkapi pagar pengaman yang memadai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memasang pagar atau penutup di setiap sumur aktif, terutama bila ada anak-anak di rumah. Kejadian ini semoga tidak terulang lagi,” tutup Purwono. (Eln)











