bernasnews– Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 Kota Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan melakukan anjangsana ke sejumlah mantan Wali Kota Yogyakarta pada Senin (6/10/2025).
Langkah ini menjadi wujud penghargaan sekaligus refleksi atas kepemimpinan para pendahulu yang telah membentuk karakter Yogyakarta sebagai kota yang berbudaya, inklusif, dan humanis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengemas kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meneladani nilai-nilai kepemimpinan masa lalu. Nilai-nilai itu relevan dengan tata kelola pemerintahan masa kini.
“Anjangsana ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga belajar dari jejak kepemimpinan para pendahulu yang telah menanamkan nilai pengabdian dan keteladanan. Yogyakarta bisa bertahan hingga usia 269 tahun karena ada kesinambungan nilai dan semangat gotong royong dari generasi ke generasi,” ujar Hasto Wardoyo.
Kunjungan Pertama di HUT ke-269 Kota Yogyakarta
Melansir dari kabarjawa.com, kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Herry Zudianto, Wali Kota Yogyakarta periode 2001–2006 dan 2006–2011.
Dalam pertemuan tersebut, Hasto dan Wawan berbincang hangat tentang pelayanan publik yang partisipatif, penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan, serta pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman.
Hasto mengakui bahwa masa kepemimpinan Herry Zudianto menjadi tonggak penting dalam modernisasi birokrasi dan penguatan partisipasi warga dalam pembangunan kota.
Obrolan itu mencerminkan kesinambungan semangat antara generasi pemimpin yang terus berkomitmen menjaga identitas Yogyakarta sebagai kota ramah dan terbuka.
Silaturahmi ke Kediaman Mayor Jenderal (Purn.) Djatmikanto Danumartono
Usai dari kediaman Herry Zudianto, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah Mayor Jenderal TNI (Purn.) Djatmikanto Danumartono, Wali Kota Yogyakarta periode 1986–1991.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto dan Wawan menyampaikan apresiasi atas jasa dan dedikasi beliau. Beliau telah menegakkan kedisiplinan aparatur serta menumbuhkan ketertiban masyarakat.
Keluarga besar Djatmikanto menyambut hangat kedatangan dua pimpinan muda Kota Yogyakarta, dan bersama-sama mengenang masa ketika pembangunan fisik kota mulai bergerak pesat, seiring dengan penguatan nilai-nilai ketertiban dan tanggung jawab sosial.
Menghormati Jasa Almarhum R. Widagdo
Perjalanan silaturahmi berlanjut ke kediaman keluarga almarhum R. Widagdo, yang menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta pada periode 1991–1996 dan 1996–2001.
Hasto dan Wawan disambut oleh istri serta keluarga mendiang. Keduanya mengirimkan doa dan menyampaikan terima kasih atas jasa besar almarhum dalam memperkuat infrastruktur dan tata kelola pemerintahan kota.
Mereka mengenang masa kepemimpinan R. Widagdo sebagai periode penting dalam membangun fondasi perkotaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pemerintahan yang efisien.
Hasto menegaskan bahwa menghormati dan merawat warisan kepemimpinan para pendahulu merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Saya dan Pak Wawan ingin meneruskan nilai-nilai baik dari para pendahulu. Di HUT ke-269 ini, kami menjadikannya momentum untuk refleksi, mengkaji, dan menggali kembali apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Hasto, para pemimpin terdahulu telah meletakkan dasar kuat bagi kemajuan kota, dari sisi sosial, budaya, maupun tata pemerintahan partisipatif.
Pemkot Yogyakarta menegaskan, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Dengan meneladani jejak kepemimpinan para pendahulu, Hasto dan Wawan berharap dapat memperkuat fondasi pemerintahan, menjaga harmoni sosial, serta mempercepat terwujudnya Yogyakarta sebagai kota berdaya saing yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya.***(Eln)












