bernasnews– Api tiba-tiba melahap sebuah toko kelontong di Palbapang, Bantul pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 23.15 WIB. Toko milik Ari Fariyanto (43), warga Selo Dagaran RT 06, itu terbakar hebat. Polisi menduga kebakaran ini terpicu oleh konsleting listrik.
Kebakaran yang terjadi menjelang tengah malam itu pertama kali diketahui oleh Salib (57), tetangga korban yang rumahnya berada tepat di belakang toko.
Saat itu, Salib mencium bau asap seperti sampah terbakar. Merasa curiga, ia keluar rumah dan mendapati asap tebal membubung dari atap toko.
Upaya Pemadaman Toko Kelontong di Palbapang
“Saksi langsung berlari ke arah toko dan mendobrak pintu depan. Saat masuk, ia melihat api sudah membakar sebagian isi toko,” jelas Iptu Rita Hidayanto, PS Kasi Humas Polres Bantul, Sabtu (4/10/2025).
Salib segera berteriak meminta bantuan warga sekitar. Penduduk kampung yang mendengar langsung berlarian ke lokasi dan berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.
Beberapa warga bahkan menghidupkan mesin diesel penyedot air untuk membantu memadamkan kobaran yang semakin membesar.
Sekitar lima menit setelah laporan masuk, petugas BPBD Bantul datang dengan satu unit truk pemadam kebakaran dan dua unit mobil rescue.
Tim damkar langsung bergerak cepat melakukan pemadaman di bagian tengah dan belakang toko. Setelah berjibaku selama lebih dari 30 menit, sekitar pukul 00.00 WIB api padam sepenuhnya.
Siti Ariyani (41), istri pemilik toko, tampak syok melihat toko terbakar. Ia berusaha menenangkan diri ketika warga mengevakuasi sisa-sisa barang yang masih bisa diselamatkan.
“Semua barang sembako dan kebutuhan pokok di dalam toko terbakar habis. Hanya beberapa barang kecil yang bisa diselamatkan,” ujar Siti lirih.
Kerugian Korban
Menurut keterangan pemilik toko, kebakaran itu menyebabkan kerugian material sekitar Rp20 juta. Beberapa barang ikut terbakar, di antaranya satu unit televisi 32 inci merk Polytron, satu mesin pendingin, lemari pakaian plastik beserta isinya, kasur, serta dua lembar atap toko berbahan asbes. Selain itu, seluruh isi toko berupa sembako, makanan, dan minuman juga hangus terbakar.
Pihak kepolisian dari Polres Bantul langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah api padam. Petugas juga meminta keterangan dari pemilik toko dan para saksi, termasuk Salib dan Wiwin (33), warga sekitar yang ikut membantu pemadaman.
“Kami telah menerima laporan, mendatangi lokasi kebakaran, dan melakukan koordinasi dengan tim damkar. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik,” terang Iptu Rita Hidayanto.
Polres Bantul mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, terutama di musim pancaroba yang cenderung lembap dan meningkatkan risiko gangguan instalasi.
“Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Jangan menumpuk colokan listrik atau menggunakan kabel berlebih, karena itu sering memicu korsleting,” tambah Iptu Rita. (ef linangkung)












