bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 3 Oktober 2025 menikmati cuaca yang lebih bersahabat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca dengan kondisi cerah berawan sejak pagi hingga sore, serta berawan pada malam hingga dini hari. Suhu udara berkisar 22–32 derajat Celcius dengan kelembapan 60–95 persen.
BMKG menyebut angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–25 kilometer per jam. Kondisi ini membuat aktivitas warga di daratan Yogyakarta berlangsung lebih nyaman dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang sempat diguyur hujan lokal disertai angin kencang.
Sejumlah warga terlihat kembali mengisi ruang publik, mulai dari pasar tradisional, jalan protokol, hingga kawasan wisata yang ramai pengunjung sejak pagi.
Meski begitu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi nelayan dan wisatawan di pesisir selatan DIY.
Potensi gelombang tinggi di perairan selatan masih ada, dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter. Gelombang dalam kategori tinggi ini berpotensi membahayakan jika diabaikan.
Nelayan dan Aktivitas Pesisir
Sejumlah nelayan di Pantai Baron, Gunungkidul, memilih menunda melaut. Gelombang besar masih terlihat dari bibir pantai, membuat mereka lebih memilih memperbaiki peralatan.
“Kami memilih memperbaiki jaring dulu. Kalau gelombang masih tinggi, lebih baik tunggu sampai lebih tenang,” ujar Suyono, nelayan setempat.
Kondisi tersebut juga dirasakan pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sadeng. Pasokan ikan berkurang karena nelayan menunda melaut, menyebabkan harga ikan segar naik tipis meskipun permintaan tetap stabil.
Di sisi lain, kawasan wisata pantai di Gunungkidul dan Bantul masih ramai. Wisatawan menikmati panorama laut dengan memperhatikan imbauan petugas SAR. Peringatan diberikan secara rutin melalui pengeras suara agar wisatawan tidak berenang terlalu jauh dan menjauhi area ombak besar.
“Kami terus patroli dan memberi peringatan lewat pengeras suara. Wisatawan masih bisa menikmati pantai dengan aman asalkan mematuhi aturan,” kata Surisdiyanto, sekretaris SAR Satlinmas Wilayah III Gunungkidul.
BMKG dan Perubahan Musim
BMKG menegaskan masyarakat pesisir tetap harus siaga meski cuaca daratan membaik. Gelombang tinggi dapat mengganggu aktivitas kapal nelayan, kapal wisata, hingga penyeberangan.
BMKG juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi di laut, termasuk memancing di karang atau bermain air terlalu dekat dengan ombak besar.
BMKG juga mendorong wisatawan memanfaatkan cuaca cerah untuk mengunjungi destinasi daratan, seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata. Kondisi cerah berawan mendukung aktivitas wisata budaya maupun belanja tanpa khawatir hujan.
Prakiraan cuaca Jumat ini sekaligus menandai peralihan musim di wilayah DIY. Setelah serangkaian hujan lokal dalam beberapa pekan terakhir, cuaca cerah berawan mengindikasikan perubahan pola angin menuju musim hujan. BMKG menilai kondisi ini sebagai hal wajar di masa peralihan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi, baik aplikasi Info BMKG maupun media sosial BMKG Yogyakarta, guna menyesuaikan aktivitas sehari-hari sekaligus mengantisipasi potensi bencana alam.












