News  

Viral Tepuk Sakinah Wajib Dihafalkan Calon Pengantin, Ini Lirik dan Artinya

Ilustrasi viral Tepuk Sakinah yang wajib dihafalkan calon pengantin. (Pixabay.com)

bernasnews – Kementerian Agama Republik Indonesia terus menghadirkan berbagai inovasi dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Salah satu terobosan terbaru yang berhasil mencuri perhatian publik adalah “Tepuk Sakinah”, sebuah yel-yel sederhana namun sarat makna yang kini viral di media sosial.

Melalui gerakan tepuk tangan yang dipadukan dengan syair singkat, calon pengantin diajak mengingat dan menginternalisasi lima pilar keluarga sakinah. Format ini dinilai lebih menyenangkan, interaktif, dan efektif untuk menghidupkan suasana pembekalan pranikah.

Apa Itu Tepuk Sakinah?

Tepuk Sakinah merupakan metode kreatif yang dikembangkan Kementerian Agama melalui program Bimwin. Konsepnya mirip dengan tepuk semangat atau tepuk pramuka, sehingga terasa akrab sekaligus menyenangkan.

Bedanya, yel-yel ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai penting dalam kehidupan rumah tangga.

Melansir dari laman Kemenag RI, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Bimwin dirancang sebagai bekal bagi calon pengantin agar siap lahir batin membina rumah tangga.

Menurutnya, Tepuk Sakinah membantu peserta lebih mudah memahami inti materi dan menjaga suasana pembelajaran tetap hidup.

“Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat, sekaligus menjadi pengingat ketika pasangan menghadapi persoalan rumah tangga,” ujar Abu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 25 September 2025.

Lima Pilar Keluarga Sakinah dalam Tepuk Sakinah

Lirik yang dilantunkan dalam Tepuk Sakinah merangkum lima fondasi utama rumah tangga Islami, yaitu:

  1. Zawaj (Berpasangan): pernikahan adalah penyatuan dua insan untuk saling melengkapi.
  2. Mitsaqan Ghalidzan (Janji Kokoh): ikatan perkawinan adalah janji suci yang kuat dan tidak boleh dipermainkan.
  3. Mu’asyarah Bil Ma’ruf (Saling cinta, hormat, dan menjaga): rumah tangga dibangun dengan kasih sayang, penghormatan, dan perlindungan satu sama lain.
  4. Musyawarah: pasangan harus terbiasa berdialog, berbagi pendapat, dan mengambil keputusan bersama.
  5. Taradhin (Saling ridha): menerima kelebihan dan kekurangan pasangan dengan lapang hati.

Menurut Abu, gerakan tepuk tangan dalam yel-yel ini bukan sekadar hiburan. Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga keharmonisan dan mencairkan suasana saat terjadi konflik dengan kembali mengingat pilar-pilar keluarga sakinah.

Lirik Tepuk Sakinah

Berikut adalah lirik lengkap Tepuk Sakinah yang dinyanyikan dengan nada sederhana, mirip lagu anak-anak:

Berpasangan … Berpasangan … Berpasangan (tepuk 3x)
Janji Kokoh … Janji Kokoh … Janji Kokoh (tepuk 3x)
Saling Cinta
Saling Hormat
Saling Jaga
Saling Ridho
Musyawarah untuk Sakinah

Makna dan Filosofi di Balik Lirik

Setiap baris dalam lirik Tepuk Sakinah memiliki pesan mendalam.

Berpasangan mengingatkan bahwa perkawinan adalah sarana untuk saling melengkapi dan bukan sekadar ikatan formal.

Janji Kokoh menegaskan pentingnya komitmen dalam menjaga kesucian pernikahan.

Saling cinta, hormat, jaga, dan ridha menekankan bahwa kasih sayang, penghargaan, perlindungan, serta penerimaan tulus menjadi fondasi rumah tangga.

Musyawarah mengajarkan pasangan untuk berdiskusi sehat dan menyelesaikan masalah secara adil.

Nilai-nilai ini sekaligus menegaskan bahwa keluarga sakinah tidak lahir begitu saja, melainkan harus dirawat dengan prinsip keadilan, kasih sayang, serta kesalingan.

Bimwin: Lebih dari Sekadar Tepuk Sakinah

Program Bimbingan Perkawinan tidak hanya mengenalkan yel-yel ini. Materi yang diberikan mencakup manajemen psikologi keluarga, pengelolaan keuangan rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga strategi membangun generasi berkualitas. Tujuannya jelas: menurunkan angka perceraian dan mencetak keluarga yang kuat serta harmonis.

Pada tahun 2025, Kementerian Agama bahkan telah melatih 600 fasilitator Bimwin. Mereka mendampingi calon pengantin baik sebelum maupun setelah menikah melalui program lanjutan, seperti Sekolah Relasi Suami Istri (SERASI) dan layanan KOMPAK (Konsultasi, Mediasi, Pendampingan, Advokasi).

Fenomena Tepuk Sakinah yang kini viral membuktikan bahwa cara sederhana bisa meninggalkan kesan mendalam. Dengan yel-yel ini, pesan moral tentang pentingnya membangun keluarga penuh cinta, saling menghormati, dan menjaga komitmen dapat lebih mudah diingat oleh calon pengantin.

Jika kamu suatu saat mengikuti bimbingan pranikah, jangan kaget bila Tepuk Sakinah menjadi bagian dari pembelajaran. Sebab, inilah cara kreatif Kementerian Agama untuk menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah sejak awal pernikahan.

***