News  

DIY Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang 30 September 2025

Prakiraan cuaca DIY, Selasa, 30 September 2025. (Dok BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 30 September 2025.

Cuaca diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan sepanjang hari, dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Peringatan ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB.

BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari relatif cerah berawan. Namun, situasi diperkirakan berubah ketika memasuki siang hingga sore hari.

Wilayah Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian utara, serta Kulon Progo bagian utara berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman bagian tengah dan selatan, Bantul bagian utara, serta sebagian wilayah Kulon Progo bagian tengah.

Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Bantul bagian selatan dan Kulon Progo bagian selatan. Sedangkan pada dini hari, Gunungkidul bagian selatan diperkirakan akan diguyur hujan ringan.

Suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 22–33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 70–95 persen. Angin diperkirakan bertiup dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–30 km/jam.

BMKG juga mencatat kondisi perairan selatan Yogyakarta yang diprediksi memiliki tinggi gelombang 1,25–2,5 meter. Gelombang dengan kategori sedang ini dinilai berisiko mengganggu aktivitas nelayan maupun kapal kecil.

Nelayan diminta untuk memperhatikan keselamatan dan mempertimbangkan penundaan pelayaran jika cuaca memburuk.

Potensi Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan air di wilayah perkotaan. Sambaran petir juga berpotensi mengganggu jaringan distribusi listrik.

“Kami meminta masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor. Hujan deras bisa turun mendadak, sehingga antisipasi lebih awal sangat diperlukan,” tegas BMKG.

BMKG menyarankan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menyiapkan perlengkapan seperti jas hujan, payung, dan pakaian ganti.

Para pengendara sepeda motor juga diimbau untuk berhati-hati karena jalan licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Warga yang tinggal di dekat aliran sungai disarankan mengamankan barang-barang berharga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir bandang akibat peningkatan debit air.

Dampak pada Aktivitas Pertanian

Selain itu, sektor pertanian juga diharapkan memperhatikan pola hujan yang berubah-ubah. Hujan lebat berpotensi merusak tanaman muda, sementara angin kencang dapat merobohkan tanaman tinggi seperti jagung dan pisang.

Petani diimbau untuk segera melakukan langkah pencegahan guna mengurangi potensi kerugian.

BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak dalam menghadapi kondisi cuaca yang dinamis, khususnya di wilayah yang rentan bencana.