bernasnews– Sebuah peristiwa tragis terjadi warga pada Jumat malam, 26 September 2025. Seorang pria asal Kotagede, Yogyakarta, bernama Dwi Suhardono (55) tew*s dengan cara mengenaskan.
Mobil yang ia kemudikan mogok di tanjakan jalan Yogyakarta–Wonosari, tepatnya di Dusun Gading III, Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.
Korban yang merupakan karyawan swasta itu berusaha sekuat tenaga menahan mobil Toyota Kijang Super bernomor polisi AB-1548-KS yang tiba-tiba mundur saat mogok. Namun, warga Kotagede itu terlindas mobil yang tidak terkendali hingga ia meregang nyawa di rumah sakit.
Menurut keterangan resmi Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. Saat itu, korban melajukan arah barat Yogyakarta menuju timur Wonosari.
“Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan korban tiba-tiba mogok di jalan lurus menanjak. Korban kemudian turun dari mobil dan memeriksa kondisi kendaraan dari arah belakang,” ungkap Ipda Nur Ikhwan.
Warga sekitar langsung bergegas menolong dan membawa korban ke RS Nurrohmah Playen. Tim medis berusaha memberikan pertolongan intensif.
Awalnya korban masih dalam kondisi sadar meski mengalami luka dalam yang serius. Setelah sempat mendapat perawatan, nyawa warga Kotagede yang terlindas mobilnya itu tak tertolong.
“Korban meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit karena luka parah akibat terlindas mobilnya sendiri,” jelas Ipda Nur Ikhwan.
Bahkan, kendaraan milik korban terus meluncur deras hingga terperosok di rerimbunan pohon kawasan Taman Hutan Rakyar di tempat itu. Warga sempat kesulitan mengevakuasi kendaraan itu.
Satlantas Polres Gunungkidul mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati menghadapi situasi darurat di jalan.
Pengemudi sebaiknya segera menarik rem tangan, memasang ganjalan pada roda, atau meminta bantuan warga sekitar daripada mencoba menahan kendaraan dengan tenaga sendiri.
“Kejadian ini harus jadi pelajaran. Jangan pernah menahan kendaraan mogok dari belakang. Keselamatan jiwa lebih utama,” tegas Ipda Nur Ikhwan. (ef linangkung)











