bernasnews — Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) keberadaannya dan perkembangannya sekarang sudah bisa disebut merata, ada di setiap kalurahan di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu Dinas PMK Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Out Class untuk peningkatan kapasitas kalurahan yang telah memiliki BUMKal agar dapat tumbuh sesuai yang diharapkan.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 4 Kalurahan dari 4 Kapanewon yaitu Balecatur (Kapanewon Gamping), Condongcatur (Kapanewon Depok) , Argomulyo (Kapanewon Cangkringan) dan Bokoharjo (Kapanewon Prambanan), berlangsung di Destinasi Wisata River Moon, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (24/9/2025).
Materi Out Class yang disampaikan kepada peserta meliputi materi pengembangan unit usaha, penyusunan laporan keuangan, manajemen bisnis, optimalisasi ketugasan pengurus, dan kelengkapan administrasi.
Adapun pesertanya kurang lebih 60 orang perwakilan dari 4 Kalurahan tersebut yang terdiri dari berbagai unsur manajemen BUMKal beserta pengawas, BPKal, Pamong dan Staf Kalurahan, Pendamping Kalurahan serta dari Kapanewon, panewu atau perwakilan.
Perwakilan dari Dinas PMK Siska Wulandari, S. Kom, M M selaku Penggerak swadaya Masyarakat Ahli Muda dan Ketua Tim Kerja Pengembangan Potensi Masyarakat mengatakan, bahwa kita belajar bersama untuk meningkatkan potensi – potensi yang ada di kalurahan dengan manajemen yang lebih baik sehingga bisa mendapatkan keuntungan.
“Terutama untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) di wilayah kalurahan masing-masing,” ungkap Siska Wulandari.
“Monggo kita belajar bersama dari pengalaman BUMDes Kemudo Makmur yang sudah bisa mencapai omset milyaran rupiah dengan menggali potensi – potensi yang ada di wilayah kalurahan masing-masing. Seperti wilayah yang ada sungainya atau tempat lainnya yang bisa dijadikan desa wisata sehingga bisa bermanfaat dan bisa untuk meningkatkan PAD,” bebernya.
Pada bagian lain Direktur Utama BUMDes Kemudo Makmur Isa Ansori sebagai narasumber mengungkapkan, bahwa omsetnya sudah mencapai milyaran tersebut adalah dari berbagai usaha dengan menggali potensi desanya, yang disebutnya “Gerbang Kamajaya” atau Gerakan Pembangunan Kemudo Mandiri Jaya Sejahtera.
“Kami mempunyai visi untuk mewujudkan Desa Kemudo yang mandiri daya dan sejahtera melalui pengelolaan potensi pencapaian progam unggulan serta pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan. Adapun misi kami adalah Mandiri, Kaya dan Sejahtera,” tambah Isa, Direktur BUMDes yang masih berusia 34 tahun.
Untuk diketahui omset BUMDes Kemudo Makmur, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, dari tahun ke tahun meningkat, omset mulai dari berdirinya pada tahun 2016 dari sebesar Rp 1 Milyar hingga tahun 2024 yang sudah mencapai Rp 14 Milyar, dengan berbagi usaha antara lain berupa pertanian, toko dan pelayanan umum, furnitur, fallet supley, TPS3R dan lainnya. (nun)












