News  

Panduan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Sekolah

Ilustrasi panduan susunan upacara Hari Kesaktian Pancasila di sekolah. (Unsplash.com)

bernasnews – Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini tidak hanya berupa ritual upacara bendera semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila selalu dilaksanakan dengan khidmat di berbagai tingkatan, mulai dari pusat, daerah, hingga sekolah.

Di balik setiap rangkaian acara, tersimpan pesan moral yang mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai luhur, serta menghormati jasa para pahlawan yang berjuang demi tegaknya Pancasila.

Inspektur atau pembina upacara biasanya menyampaikan amanat berisi ajakan untuk memperkuat kebangsaan, menghindari perpecahan, dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Susunan Pokok Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Agar pelaksanaan berjalan tertib dan penuh makna, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan pedoman resmi mengenai urutan acara. Secara umum, susunan acara meliputi persiapan, penghormatan, pembacaan naskah penting, hingga doa penutup.

Berikut pedoman susunan acara pokok upacara:

  1. Penghormatan umum kepada inspektur atau pembina upacara.
  2. Laporan pemimpin atau komandan upacara.
  3. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh inspektur atau pembina upacara.
  4. Pembacaan teks Pancasila.
  5. Pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  6. Pembacaan ikrar kesetiaan pada Pancasila.
  7. Pembacaan doa.
  8. Laporan akhir pemimpin atau komandan upacara.
  9. Penghormatan penutup.
  10. Upacara selesai.

Susunan Acara di Tingkat Daerah

Di tingkat provinsi, kabupaten, atau kota, Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 digelar di kantor pemerintahan mulai pukul 08.00 waktu setempat.

Instansi perwakilan yang ada di daerah akan mengikuti upacara yang dipusatkan di kantor pemerintah setempat. Pelaksanaannya dilakukan secara tatap muka penuh dengan urutan acara yang sudah ditentukan.

Urutan upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 di tingkat daerah antara lain:

  • Penghormatan umum kepada inspektur upacara.
  • Laporan komandan upacara.
  • Mengheningkan cipta.
  • Pembacaan teks Pancasila.
  • Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Pembacaan ikrar.
  • Pembacaan doa.
  • Menyanyikan lagu “Andhika Bhayangkari”.
  • Laporan penutup dari komandan upacara.
  • Penghormatan umum kepada inspektur.
  • Upacara selesai.

Susunan Acara di Sekolah

Di lingkungan pendidikan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki peran penting sebagai media edukasi. Kepala sekolah berperan sebagai pimpinan pelaksana, sedangkan pembina upacara biasanya diwakilkan oleh guru atau kepala satuan pendidikan.

Berikut susunan acara upacara di sekolah:

  • Penghormatan umum kepada pembina upacara.
  • Laporan pemimpin upacara.
  • Mengheningkan cipta.
  • Pembacaan teks Pancasila.
  • Pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Pembacaan ikrar.
  • Pembacaan doa.
  • Lagu “Andhika Bhayangkari”.
  • Laporan penutup dari pemimpin upacara.
  • Penghormatan kepada pembina upacara.
  • Upacara selesai.

Dengan susunan ini, upacara di sekolah tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga sarana menanamkan rasa cinta tanah air pada siswa.

Jadwal Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Untuk tahun 2025, upacara tingkat pusat akan digelar pada:

Hari, tanggal: Rabu, 1 Oktober 2025

Waktu: 08.00 WIB hingga selesai

Tempat: Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur

Tema: “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”

Ketentuan pakaian bagi peserta upacara:

  • Pria: Pakaian Sipil Lengkap (PSL).
  • Wanita: Pakaian Nasional.
  • TNI/POLRI: Pakaian Dinas Upacara (PDU) III.

Kegiatan Tambahan untuk Memperdalam Makna Peringatan

Selain upacara resmi, banyak sekolah maupun instansi menambahkan agenda tambahan agar peringatan tidak sebatas simbolik. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Diskusi atau seminar seputar makna Pancasila di era modern.
  • Penyuluhan nilai-nilai Pancasila di sekolah maupun masyarakat.
  • Kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan revolusi.
  • Lomba bertema kebangsaan, seperti orasi, cerdas cermat, hingga desain poster Pancasila.

Kegiatan tersebut menjadi sarana refleksi agar Hari Kesaktian Pancasila semakin relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran Pancasila sebagai dasar negara.

Melalui upacara yang tertib dan penuh makna, ditambah kegiatan variatif yang edukatif, semangat kebangsaan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Dengan panduan susunan upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 yang jelas, baik di sekolah, daerah, maupun pusat, upacara bendera pada 1 Oktober 2025 diharapkan berlangsung khidmat sekaligus memberi arti mendalam bagi seluruh peserta.

***