News  

Gunungkidul Raih 81 Emas di Porda dan Peparda 2025, Pemkab Gelontorkan Bonus Atlet Rp2,2 Miliar

Atlet Panjat Tebing Gunungkidul mengamankan tambahan medali emas di PORDA XVII DIY 2025. (Istimewa)

bernasnews – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya terhadap dunia olahraga dengan menyiapkan bonus sebesar Rp2,2 miliar bagi atlet dan pelatih yang berjuang di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY 2025.

Dana tersebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan yang telah mengangkat nama daerah.

Gunungkidul Raih Prestasi Bersejarah

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto, menuturkan seluruh atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali akan mendapatkan bonus sesuai capaian masing-masing.

“Jumlah medali yang diraih kontingen Gunungkidul melampaui target. Bonus bagi atlet maupun pelatih sudah kami siapkan, kini tinggal kami hitung besarannya sesuai capaian masing-masing,” ujarnya, Minggu, 21 September 2025 dikutip dari tugujogja.id.

Sebagai tuan rumah, Gunungkidul menunjukkan performa mengejutkan di Porda DIY 2025. Kontingen daerah ini berhasil naik ke posisi keempat klasemen akhir dengan perolehan 52 emas, 71 perak, dan 113 perunggu. Raihan emas itu melampaui target awal 45 emas yang ditetapkan.

Prestasi serupa juga diraih di ajang Peparda DIY 2025 yang berlangsung pada 23–30 Agustus. Atlet difabel Gunungkidul berhasil membawa pulang 29 emas, 13 perak, dan 29 perunggu.

Target 15 emas yang dipatok sebelumnya berhasil terlampaui dua kali lipat. Hasil tersebut menempatkan Gunungkidul di peringkat keempat Peparda.

“Gunungkidul tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tapi juga sukses sebagai peserta. Kontingen kami membuktikan bahwa mental juara sudah tumbuh. Cabang atletik dan angkat berat menjadi lumbung emas dengan kontribusi total 23 medali emas,” jelas Ketua Panitia Porda dan Peparda Gunungkidul, Choirul Agus Mantara.

Apresiasi Bupati dan Harapan ke Depan

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menyebut perolehan 52 emas di Porda menjadi catatan sejarah baru bagi daerah.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan pelatih. Kalian bukan hanya mengharumkan nama Gunungkidul, tapi juga membuktikan bahwa kerja keras bisa mengubah sejarah. Dari juru kunci menjadi peringkat keempat, itu lompatan luar biasa,” tegas Endah.

Meski demikian, ia mengingatkan masih banyak tantangan ke depan. Gunungkidul dituntut untuk terus mempersiapkan diri menghadapi ajang Porda berikutnya di Kulon Progo dengan target lebih tinggi.

“Kami ingin atlet Gunungkidul bukan sekadar peserta, tapi juara sejati di setiap ajang,” tambahnya.

Bonus yang diberikan Pemkab senilai Rp2,2 miliar diyakini menjadi dorongan moral bagi para atlet untuk terus berkembang.

Lebih dari sekadar angka, penghargaan ini merupakan simbol bahwa kerja keras dan semangat juang atlet Gunungkidul benar-benar dihargai.

Dengan torehan prestasi tersebut, Gunungkidul membuktikan diri mampu bangkit dari bayang-bayang sebagai juru kunci.

Optimisme kini menyelimuti dunia olahraga di kabupaten ini, dengan harapan para atlet dapat melangkah lebih jauh ke tingkat regional maupun nasional. (Eln)