News  

Setelah Sukses Kedua Kali, Komunitas Mlampah Ziarah Kembali Gelar WMSS #3

Anggota Komunitas Mlampah Ziarah yang ziarah dengan jalan kaki dari Tugu Jogja ke Jatiningsih Moyudan, foto bersama dengan Romo Benny Sumintarto di depan Gua Maria Jatiningsih, Minggu 14 September 2025. Foto: Kiriman Philipus Jehamun

bernasnews — Komunitas Mlampah Ziarah setelah sukses menyelenggarakan acara Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) yakni ziarah dengan jalan kaki dari Tugu Yogyakarta ke Gua Maria Sendangsono, Kulon Progo untuk kali keduanya. WMSS #1 dilaksanakan pada Juli 2025 dan yang kedua 24 Agustus 2025. Kegiatan yang sama atau WMSS #3 akan dilaksanakan pada hari Minggu 28 September 2025.

Hal itu dikemukakan oleh Anastasia Meilani, salah satu relawan Komunitas Mlampah Ziarah, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi bernasnews, Kamis (18/9/2025). Menurut Anastasia, pada WMSS #1 dari Tugu Yogyakarta menuju Gua Maria Sendangsono sejauh 32 kilometer diikuti 50 peserta dan WMSS #2 diikuti 150 peserta

“Maka penyelenggaraan WMSS #3 yang direncanakan pada 28 September 2025 ditargetkan akan diikuti 300 peserta,” jelasnya.

Lanjut Anastasia, sampai hari Rabu (17/9), peserta yang mendaftar ikut WMSS #3 atau mlampah ziarah Tugu Jogja ke Sendangsono sudah mencapai 126 orang. Diperkirakan jumlah peserta akan terus meningkat dan mencapai target menjelang hari pelaksanaan.

“Pasalnya banyak yang sudah pesan tempat tapi belum mendaftar lantaran masih menunggu surat keterangan sehat dari Klinik atau Puskesmas. Jadi perkiraan saya minggu ini sampai jelang hari H akan ada peningkatan,” ungkapnya.

Sementara itu Roni Romel selaku Ketua Komunitas Mlampah Ziarah yang juga inisiator (penggagas) ziarah jalan kaki dari Tugu Yogyakarta ke tempat-tempat ziarah di DIY, termasuk ke Sendangsono, mengatakan, bahwa tambahan syarat surat keterangan sehat untuk WMSS #3 semata-mata agar masing-masing calon peserta WMSS tahu kondisi kesehatannya saat ini.

“Ketentuan persyaratan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama dalam perjalanan ziarah nantinya,” tegas Roni Romel.

Komunitas Mlampah Ziarah juga rutin mengajak anggota untuk mlampah ziarah ke destinasi ziarah lain dengan jarak yang lebih pendek tanpa surat keterangan sehat agar masing-masing peserta atau anggota komunitas bisa memantapkan rasa percaya diri dan hati saat mengikuti WMSS.

Roni Romel (paling kiri), Ketua Komunitas Mlampah Ziarah yang juga inisiator/penggagas mlampah ziarah. Foto: Kiriman Philipus Jehamun.

Roni menambahkan, bahwa kegiatan ini tidak memungut biaya apapun, karena ia ingin mengutamakan kegiatan komunitas Mlampah Ziarah dengan semangat dari, oleh dan untuk anggota komunitas. Karena itu pula, di antara para anggota komunitas, ada yang dengan rela menjadi “relawan” team support untuk memastikan seluruh perjalanan ziarah WMSS bisa berjalan dengan aman dan nyaman.

Menurut Roni Romel, Komunitas Mlampah Ziarah bukan hanya komunitas untuk Walking Marathon de Sendang Sono (WMSS), tetapi lebih merupakan wadah untuk mengumpulkan orang-orang Katholik yang mempunyai kerinduan dan passion yang sama tentang ziarah jalan kaki. Lebih dari itu, Roni pun sungguh berharap agar komunitas ini bisa menjadi keluarga yang penuh kehangatan untuk semua anggota.

Kata Roni, dalam pandangan Gereja Katolik, ziarah adalah perjalanan rohani yang dilakukan dengan tujuan memperdalam iman, mencari bimbingan atau menghormati tempat-tempat suci yang berkaitan dengan Yesus, Maria atau orang-orang kudus lainnya.

Dengan demikian, ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengalami transformasi spiritual. Ziarah juga dapat dilihat sebagai perjalanan hidup itu sendiri, di mana peziarah menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman yang pada akhirnya membantu mereka bertumbuh dalam iman.

“Ziarah dalam Katolik adalah perjalanan suci yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperdalam iman dan mengalami transformasi spiritual, baik secara pribadi maupun bersama komunitas,” kata Roni Romel, dalam pemahaman imannya.

Kegiatan Mlampah Ziarah ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko. Ia pun menilai komunitas Mlampah Ziarah patut didukung karena kegiatan ini untuk menghayati pertobatan sekaligus menghayati Tahun Yubileum 2025, yang penuh pengharapan supaya mendapatkan pengampunan total dan anugerah yang berlimpah. (*/ ted)