bernasnews — Upacara Wiwitan adalah tradisi Jawa berupa ungkapan syukur saat petani akan memanen padinya. Kearifan lokal yang merupakan bagian dari kekayaan budaya kini ditumbuhkan kembali meskipun di wilayah perkotaan. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Wirogunan, Kota Yogyakarta, Rabu (17/9/2025).
Selain sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi pertanian. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk mencintai dan menekuni dunia pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi mengungkapkan, pentingnya peran anak muda untuk terjun di sektor pertanian. “Harapan kami, Tradisi Wiwitan ini terus diselenggarakan sehingga dapat menarik anak-anak muda di Kota Yogyakarta untuk ikut bertani. Karena dunia pertanian itu sangat penting dan sangat menguntungkan,” kata Sukidi, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Lanjut Sukidi, meski Kota Yogyakarta identik dengan kawasan perkotaan namun masih ada lima kemantren yang memiliki lahan sawah produktif. “Di Umbulharjo ada 16,4 hektar, Tegalrejo 6 hektar, Kotagede 4,4 hektar, Mergangsan 4 hektar, dan di Mantrijeron ada setengah hektar sawah yang masih produktif,” bebernya.
“Dari beberapa wilayah tersebut, Kelurahan Wirogunan rutin mengadakan Upacara Wiwitan setiap tahun. Ini sudah tahun keempat dilaksanakan secara konsisten,” tambah Sukidi.
Sementara terkait hasil panen, kualitas padi dinilai sangat baik. Varietas yang ditanam merupakan jenis beras kecil dengan kualitas premium. “Produktivitas gabah rata-rata mencapai 6 hingga 6,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Jika digiling, sekitar 85 persennya menjadi beras,” imbuhnya.
Pada bagian lain Lurah Wirogunan Siti Mahmudah mengemukakan, bahwa Upacara Wiwitan sudah menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan warganya. Hal ini merupakan salah satu wujud upaya untuk nguri-uri kebudayaan Jawa.
“Juga sebagai wujud rasa syukur panen padi yang melimpah itu merupakan berkat dari rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Siti Mahmudah menambahkan, di wilayah Kelurahan Wirogunan, sawah yang digarap seluas 3,8 hektar dengan varietas padi Inpari 42, dengan masa tanam 110 hari. Lahan tersebut dikelola oleh kelompok tani dengan yang beranggotakan lima petani.
“Produktivitas padi di wilayah ini mampu mencapai 6,2 ton gabah kering. Upacara Wiwitan ini mengawali panen padi sekaligus menjadi bentuk rasa syukur kami,” pungkasnya. (ted)











