News  

PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di DIY pada 17 September 2025, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Jadwal pemadaman listrik di DIY akibat pemeliharaan jaringan. (Dok. PLN)

bernasnews – PLN kembali bergerak melakukan pemeliharaan jaringan listrik demi menjaga kualitas pasokan bagi masyarakat. Namun, langkah ini harus ditempuh dengan konsekuensi pemadaman di beberapa titik strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 17 September 2025.

Suasana cemas mulai menyelimuti warga ketika pengumuman resmi PLN beredar. Pasalnya, pemadaman ini melibatkan sejumlah lokasi vital, mulai dari sekolah, kantor pemerintahan, hingga kawasan wisata populer.

PLN menegaskan bahwa pemeliharaan harus dilakukan agar suplai listrik tetap aman dan stabil di masa depan.

Pemadaman Meluas ke Kalasan, Bantul, dan Wonosari

PLN melalui Unit Layanan Pelanggan Kalasan akan memutus aliran listrik mulai pukul 11.00–14.00 WIB. Pemadaman ini menyasar area luas, termasuk Polsek Prambanan, PT Mano Yogyakarta, SD-SMP-SMA Muhammadiyah Prambanan, SMP Negeri 2 Prambanan Klaten, MTs Negeri 8 Sleman, hingga kompleks wisata Candi Ratu Boko, Tebing Breksi, dan Candi Ijo.

Deretan desa seperti Ringinsari, Baki, Pleret, Gumuk, Jirak, Jamusan, Gatak, Klurak, hingga Jobohan juga masuk dalam daftar.

Bahkan hotel dan restoran bergengsi seperti Amaranta Hotel, Abhayagiri Venue & Dining, hingga Watu Langit Resto pun ikut terdampak. Artinya, bukan hanya warga, tetapi juga wisatawan akan merasakan imbas dari padamnya listrik siang itu.

Sementara itu, Unit Layanan Pelanggan Wonosari akan memadamkan listrik lebih awal, yakni pukul 10.00–13.00 WIB.

Wilayah yang terdampak antara lain Banjaran Karangasem, Desa Trowono, Desa Kanigoro, hingga kawasan wisata pantai populer Ngrenehan dan Ngobaran. Suasana lengang tanpa listrik kemungkinan besar akan menyelimuti daerah wisata yang biasanya ramai pengunjung.

Di sisi lain, Unit Layanan Pelanggan Bantul juga melaksanakan pemadaman pada waktu yang sama, pukul 10.00–13.00 WIB. Kawasan Perumahan Samara Paris, Rendeng, dan Jalan Paris KM 10 akan merasakan gelapnya listrik selama tiga jam.

PLN Tegaskan Pemeliharaan Demi Keamanan Pasokan

Dalam keterangannya, PLN menegaskan bahwa pekerjaan pemeliharaan ini tidak bisa ditunda. Mereka harus melakukan pemotongan pohon di dekat jaringan (ROW) serta perbaikan teknis agar arus listrik tetap terjamin di kemudian hari.

“Langkah ini kami tempuh untuk menjaga keamanan dan keandalan pasokan listrik. Kami berharap masyarakat memahami bahwa pemadaman ini bersifat sementara demi pelayanan yang lebih baik,” terang pihak PLN dalam pengumuman resminya.

Warga Diminta Waspada dan Patuhi Aturan K2

PLN juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketenagalistrikan. Mereka menghimbau warga tidak mendirikan bangunan atau baliho di dekat jaringan listrik, tidak bermain layang-layang di bawah kabel, serta tidak menebang pohon tanpa koordinasi dengan petugas PLN.

Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk mengakses informasi seputar pemadaman, mengajukan pengaduan, maupun melakukan pembayaran listrik tanpa harus keluar rumah.

Dampak Sosial dan Ekonomi Diprediksi Terasa

Pemadaman listrik di kawasan yang mencakup sekolah, kantor pelayanan publik, hingga destinasi wisata internasional dipastikan menimbulkan dampak besar.

Aktivitas belajar-mengajar di sejumlah sekolah terpaksa terganggu, sementara pelaku wisata di kawasan Prambanan dan Gunungkidul harus mencari cara agar pengunjung tetap nyaman meski listrik padam.

Para pelaku usaha kuliner dan perhotelan juga diprediksi harus menyalakan genset agar operasional tetap berjalan. Bagi masyarakat, situasi ini menjadi pengingat keras betapa listrik memegang kendali atas hampir seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari.