News  

Lansia Dlingo Menenggak Pestisida: Tinggalkan Surat Pembagian Warisan yang Mengguncang Warga Kebokuning, Bantul

Polisi menemui keluarga lansia Dlingo yang menenggak pestisida./Foto: Polres Bantul

bernasnews— Seorang pria lansia berinisial N (67) warga Pedukuhan Kebokuning, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, ditemukan dalam kondisi lemah setelah menenggak obat pestisida.

Korban sempat berada dalam perawatan di RS HarjoLukito selama beberapa hari, tapi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 5 September 2025 pukul 06.50 WIB.

Laporan awal dan keterangan saksi memperkuat dugaan bahwa korban sengaja mengakhiri hidup dan sempat meninggalkan selembar tulisan pembagian harta sebelum meninggal.

PS Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan berdasarkan keterangan saksi bernama Arif, pagi hari Senin, 1 September 2025, saksi pertama menemukan rumah korban dalam keadaan kosong, tanpa aktivitas. Keesokan paginya, Selasa 2 September 2025, saksi 1 kembali ke rumah korban dan mendapati lampu rumah masih menyala.

Saksi 1 bersama kakaknya lalu mencari keberadaan N. Mereka menemukan korban tertidur di rumah sebelah timur. Motor korban juga masih terparkir di situ. Karena melihat korban tidur, Arif tak berani membangunkan dan kembali bekerja.

Pada sore hari usai pulang kerja, Arif kembali memeriksa rumah N. Lampu depan rumah masih padam. Setelah lampu menyala, ia menemukan korban tetap tertidur di tempat yang sama.

Sekira pukul 20.00 WIB, Arif meminta kakaknya untuk menengok korban sebagai iseng bercanda. Kakak Arif membuka pintu, menyalakan lampu, dan menemukan N dalam kondisi lemah dengan bekas muntahan.

“Warga segera dikerahkan. Pak dukuh dan tetangga membawa korban ke ambulans dan mengantar N ke rumah sakit,” ujarnya.

Dokter yang merawat kemudian menanyakan penyebab kondisi korban. N sempat menjawab bahwa ia mengonsumsi obat pestisida (dencis) sebanyak 2–3 sendok makan. Sisa obat semprot tanaman ada di tempat. Korban menjalani perawatan intens selama 2 hari 3 malam, tapi nyawanya tak tertolong.

Warga setempat menggambarkan suasana kampung yang mendadak hening ketika kabar kritisnya N menyebar. Pak dukuh dan tetangga bergegas membantu memindahkan korban ke ambulans.

Iptu Rita menambahkan korban kerap menyatakan keinginan untuk bunuh diri, menurut keterangan warga dan saksi. Sebelum meninggal, lansia Dlingo ini meninggalkan surat pembagian harta yang kini menjadi bagian dari berkas pemeriksaan keluarga dan aparat setempat.

Pihak keluarga dan aparat desa telah mengamankan lokasi dan membawa korban ke rumah sakit setempat. Proses pemeriksaan lebih lanjut (termasuk visum dan laporan resmi) kemungkinan akan berjalan sesuai prosedur. (ef linangkung)