Kepemimpinan dan Budaya Organisasi: Pidato Pengukuhan Prof. Dorothea sebagai Guru Besar Pertama di FE UMBY

Prof. Dr. Dorothea Wahyu Ariani, SE, MT (Kiri) foto bersama rekan sejawatnya. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

bernasnews — Prof. Dr. Dorothea Wahyu Ariani, SE, MT menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar, dengan judul “Budaya Organisasi Sebagai Landasan dan Nilai Kehidupan Insani yang Membawa Organisasi Mencapai Tujuan”, di Kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Selasa (16/9/2025).

Prof. Dorothea merupakan Guru Besar di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia pada Prodi Manajemen UMBY, pengukuhannya diselenggarakan bersama dengan pengukuhan Prof. Dr. Ir. Chatarina Lilis Suryani, S.TP., MP dan Prof. Dr. Ir. Siti Tamaroh Cahyono Murti, MP. Keduanya Guru Besar di Fakultas Agroindustri UMBY.

Pidato pengukuhan tersebut dihadiri oleh Rektor UMBY, Ketua Senat Akademik UMBY, Guru Besar dan Dosen UMBY serta tamu undangan.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dorothea mengemukakan, bahwa budaya organisasi merupakan mekanisme yang tidak tampak namun berkontribusi pada keberhasilan organisasi dalam jangka Panjang. Menurutnya, budaya organisasi sudah ada sejak organisasi itu ada. Hal ini sesuai dengan pandangan Sosiolog di mana budaya ada dan melekat pada diri manusia sejak lahirnya.

“Budaya terbentuk tanpa disadari, dari kebiasaan, dari para pendiri dan pemimpin organisasi sebagai role model, dan dari peraturan yang dibentuk untuk mengatur organisasi,” ungkapnya.

Prof. Dr. Dorothea Wahyu Ariani, SE, MT foto bersama Guru Besar UMBY usai acara. (Foto:Kiriman Y. Sri Susilo)

Selanjutnya Prof. Dorothea menjelaskan, bahwa budaya organisasi menjadi interpretasi sejarah organisasi yang dapat mendisiplinkan diri dan mengatur bagaimana berperilaku. Budaya organisasi memaparkan nilai-nilai organisasi yang mampu menggerakkan individu untuk berkomitmen melaksanakan nilai-nilai tersebut.

“Budaya organisasi mampu mengarahkan perumusan struktur yang merupakan prosedur, dan kebijakan yang mengendalikan organisasi,” kata Prof. Dorothea yang mempunyai hobby berenang.

“Pemimpin memang berperan dalam membentuk sekaligus merusak budaya organisasi,” tegasnya.

Menurut Prof Dorothea, dalam budaya organisasi juga dapat diartikan bahwa pemimpin adalah penjaga gawang untuk tetap mempertahankan budaya organisasi yang diharapkan oleh para pendiri organisasi. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bagaimana pemimpin yang harus membentuk dan mempertahankan budaya organisasi itu mampu meningkatkan kinerja karyawan dan organisasi.

Walaupun budaya organisasi harus dipertahankan, namun tuntutan untuk tetap adaptif masih harus dilakukan, sehingga diperlukan adaptasi eksternal. Oleh karena merupakan satu sisi dari sekeping mata uang logam, pemimpin harus orang yang bisa dipercaya dan menjadi panutan.

“Budaya melayani terbukti saling berpengaruh dengan leader-member exchange dan team-member exchange yang mendorong individu untuk terlibat dalam organisasi dan berkinerja positif,” jelas Prof. Dorothea yang juga mempunyai hobby fun bike.

Untuk diketahui Prof. Dorothea Wahyu Ariani merupakan Guru Besar pertama di Fakultas Ekonomi UMBY. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Prodi Manajemen FBE UAJY (lulus tahun 1993).

Magister Teknik (MT) diperoleh dari Prodi Magister Teknik dan Manajemen ITB (lulus tahun 1997). Gelar Doktor di bidang Manajemen diperoleh dari FEB UGM pada tahun 2008. Istri dari Dr. Yuvensius Sri Susilo, SE., M.Si ini mempunyai putra Alfonsus Penaga Ricardo Putra, SH dan putri Claudia Primastika Dewanti, S.I. Kom. (ted)