News  

Identitas Komplotan Pengganjal ATM di SPBU Bugisan Terungkap, Dua Pelaku Asal Lampung dan Sumsel Ditangkap

ganjal atm
ganjal atm

bernasnews – Aksi pencurian bermodus pengganjal ATM mengguncang kawasan Bugisan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Kamis, 11 September 2025 siang. Komplotan penjahat asal luar daerah berusaha melancarkan aksi liciknya di depan ATM SPBU Bugisan.

Namun, rencana matang itu hancur berantakan setelah warga, satpam, dan petugas bank bertindak cepat. Dua pelaku berhasil dibekuk, sementara dua lainnya melarikan diri.

Kronologi Kejadian

Diberitakan kabarjawa.com, sekitar pukul 11.00 WIB, seorang perempuan bernama L.A.P (22), warga Bugisan, mendatangi ATM BRI di area SPBU Bugisan. Ia bermaksud menarik uang tunai sebelum membeli makan. Namun, kartu ATM miliknya tidak bisa masuk sempurna ke mesin. Berkali-kali dicoba tetap gagal.

Dalam kondisi bingung, korban keluar ruang ATM dan menemui satpam. Sang satpam menyarankan agar ia langsung ke bank. Namun, saat korban berjalan keluar, seorang pria asing menghampiri dan pura-pura peduli.

“Mbak mau ambil uang, tapi tidak bisa ya?” tanya pelaku.

Korban yang panik hanya mengangguk. Pelaku lalu menawarkan bantuan dan menggiring korban kembali masuk ke bilik ATM. Di sana, pelaku berpura-pura memandu korban mencoba transaksi. Korban disuruh menarik Rp100 ribu untuk uji coba. Namun, upaya itu gagal dan kartu ATM korban justru tertelan mesin.

Situasi itu membuat korban semakin cemas. Saat keluar dari bilik ATM, seorang saksi dari pihak bank langsung mendekatinya. Setelah mendengar penjelasan korban bahwa tadi ia dipandu orang asing, saksi spontan berteriak keras:

“Maling! Maling!”

Dalam hitungan detik, suasana SPBU berubah tegang. Warga berdatangan, satpam segera bertindak. Pria asing itu langsung ditarik keluar dan dijatuhkan ke tanah.

Wajahnya babak belur, pelipisnya berdarah. Teriakan warga menggema, “Tangkap malingnya!”

Polisi Bergerak Cepat

Anggota patroli Polsek Wirobrajan menerima laporan sekitar pukul 11.26 WIB dan segera mendatangi lokasi. Di TKP, polisi mendapati seorang pria sudah terikat di tanah dalam kondisi luka.

Informasi warga mengarah pada sebuah toko baju di dekat SPBU. Polisi langsung menyisir tempat itu dan menemukan satu pelaku lain. Dua pria berikut dua sepeda motor yang diduga memakai pelat nomor palsu berhasil diamankan.

Kedua pelaku diketahui bernama Pttm alias Sodikin asal Bandar Lampung, dan DH asal OKU Selatan, Sumatera Selatan, yang berdomisili di Bogor. Sementara dua rekan mereka berhasil kabur.

“Anggota berhasil mengamankan dua orang pelaku berikut barang bukti. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkap PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung H.

Modus Licik Terbongkar

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menggunakan modus lama: ganjal ATM. Mereka menyisipkan benda tipis agar kartu nasabah tidak bisa masuk sempurna. Saat korban panik, pelaku pura-pura menolong, lalu berusaha mengetahui PIN korban dan menguras saldo.

Barang bukti yang diamankan cukup mencengangkan: lima buah mika, lem G, potongan gergaji besi, obeng, isolasi, sejumlah uang, kartu ATM, dua tas hitam, serta dua unit motor jenis Honda Scoopy dengan pelat palsu.

Polisi menduga komplotan ini sudah beroperasi lintas daerah. Indikasi kuat menunjukkan mereka berpindah-pindah lokasi SPBU dan ATM di berbagai kota untuk mengelabui aparat.

Aksi Heroik Satpam dan Petugas Bank

Peran satpam SPBU Bugisan dan petugas bank menjadi kunci terbongkarnya kasus ini. Keberanian mereka melawan pelaku di tengah keramaian membuat warga terpana. Video penangkapan yang diunggah akun Instagram @merapi.uncover langsung viral.

Dalam video itu, terlihat jelas seorang pria diikat di tanah, wajahnya penuh darah. Warga berkerumun, beberapa berteriak marah. Publik Yogyakarta geger, komentar warganet pun membanjiri unggahan tersebut. Banyak yang memuji keberanian warga, satpam, dan petugas bank.

“Pelaku sempat melawan, tapi langsung dilumpuhkan. Untung cepat terungkap, kalau tidak bisa habis saldo korban,” ujar Suryadi, satpam SPBU Bugisan.

Polisi Kejar Dua Buronan

Meski dua pelaku berhasil diamankan, dua lainnya masih buron. Polisi kini memburu mereka ke luar daerah. Identitas keduanya sudah dikantongi dan dipastikan bagian dari komplotan besar pengganjal ATM lintas provinsi.

“Dua pelaku lain masih dalam pengejaran. Kami imbau masyarakat untuk waspada dan segera lapor bila menemukan modus serupa,” tegas Iptu Gandung.

Warga Diminta Waspada

Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat Yogyakarta. Polisi mengingatkan warga untuk tidak mudah percaya pada orang asing yang menawarkan bantuan di sekitar ATM. Bila kartu ATM bermasalah, sebaiknya langsung hubungi pihak bank resmi.

“Jangan panik dan jangan mudah menyerahkan PIN ke orang lain. Itu celah utama yang dimanfaatkan para pelaku,” imbau aparat. (Eln)