bernasnews – Langit Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi tidak tenang pada Jumat, 12 September 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat yang bisa datang tiba-tiba, lengkap dengan sambaran kilat dan hembusan angin kencang.
Ancaman ini berpotensi melanda sebagian besar wilayah, terutama saat siang hingga sore hari.
BMKG menegaskan, prakiraan cuaca berlaku selama 24 jam penuh mulai pukul 07.00 WIB. Sejak pagi, langit Yogyakarta diperkirakan hanya berawan, namun suasana tenang itu bisa berubah drastis saat matahari mulai meninggi.
Pada siang hingga sore hari, awan pekat berpotensi menggumpal dan menurunkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai titik.
Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara–tengah, Bantul bagian selatan–tengah, hingga Gunungkidul bagian selatan masuk dalam daftar daerah rawan.
Malam hari, suasana diperkirakan kembali tenang dengan langit berawan, sementara dini hari menuju Sabtu langit akan relatif cerah berawan. Namun BMKG mengingatkan, cuaca bisa berubah lebih cepat dari perkiraan.
Cuaca Tak Menentu, Warga Diminta Waspada
Suhu udara di DIY diperkirakan berada di kisaran 22–31 °C, dengan kelembapan yang cukup tinggi antara 65–95 persen. Kondisi ini menjadi pemicu munculnya awan hujan yang sarat muatan listrik.
Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 25 km/jam, cukup kuat untuk menambah risiko jika hujan lebat turun bersamaan dengan angin kencang.
Tidak hanya di daratan, perairan selatan Yogyakarta juga tidak luput dari ancaman. BMKG mencatat tinggi gelombang laut berkisar 1,25–2,5 meter atau masuk kategori sedang. Nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di pesisir selatan DIY diminta berhati-hati, terutama pada jam-jam rawan hujan deras.
“Waspada potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di beberapa wilayah DIY. Masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca mulai gelap dan angin bertiup kencang,” tegas BMKG DIY dalam peringatan resminya.
Ancaman Kilat dan Angin Kencang Bisa Datang Tiba-Tiba
Fenomena kilat dan petir yang mengiringi hujan lebat dapat menjadi ancaman nyata bagi keselamatan. BMKG menekankan pentingnya masyarakat mencari tempat berlindung yang aman ketika hujan deras mulai turun.
Angin kencang juga bisa mengakibatkan pohon tumbang, baliho roboh, hingga mengganggu jaringan listrik.
Warga yang tinggal di wilayah rawan bencana, terutama bantaran sungai, perbukitan, maupun dekat pesisir selatan, diminta lebih waspada. Potensi banjir lokal hingga longsor bisa muncul jika curah hujan meningkat tajam dalam waktu singkat.
Prakiraan cuaca ini bukan sekadar data rutin, tetapi peringatan nyata akan bahaya yang bisa mengancam kapan saja. BMKG berharap masyarakat tidak mengabaikan informasi resmi dan selalu memperbarui informasi cuaca dari kanal BMKG.
Dengan kondisi iklim yang kian sulit ditebak, kewaspadaan menjadi kunci utama. Aktivitas luar ruangan, terutama pada siang hingga sore hari, sebaiknya dilakukan dengan perhitungan matang.












