bernasnews – Siang yang biasanya tenang di Jalan Jogja–Wonosari berubah mencekam pada pukul 12.00 WIB.
Satu unit mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi B 1669 SJO memicu kecelakaan beruntun setelah nekat menyalip kendaraan lain di turunan depan SD Kabregan, Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Akibatnya, sebuah pick up dan dua sepeda motor Honda Vario ringsek di jalan, sementara sejumlah pengendara mengalami luka.
Menurut PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Pajero yang dikemudikan SF (57), warga Jakarta Barat, melaju dari arah timur menuju barat.
“Mobil bongsor tersebut menghantam sisi kanan depan pick up AB 8677 RB yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya dikutip dari kabarjawa.com.
Benturan keras membuat pick up oleng dan menyundul Honda Vario AD 5218 ACC yang berada di depannya. Sementara itu, Vario AB 3764 XK yang melaju di belakang pick up kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
Dalam hitungan detik, empat kendaraan terlibat dalam rangkaian tabrakan. Warga sekitar segera berlari menolong korban yang terkapar di jalan.
Identitas korban yang mengalami luka antara lain:
- RS (30), pengemudi pick up asal Girisubo, Gunungkidul, mengalami nyeri di dada kanan.
- SW (55), penumpang pick up, selamat tanpa luka.
- WYT (41), pengendara Vario AB 3764 XK asal Piyungan, mengalami kaki kanan retak serta luka lecet di kaki dan tangan.
- AI (24), pembonceng Vario AB 3764 XK asal Tangerang, luka lecet di tangan dan kaki.
- MN (40), pengendara Vario AD 5218 ACC asal Klaten, luka lecet di pipi dan tangan.
Semua korban luka dirawat di RS Panti Rini Kalasan. “Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi para korban maupun warga yang menyaksikannya,” kata Iptu Rita.
Kerusakan kendaraan cukup parah. Pajero mengalami patah as roda dan sisi kanan depan ringsek. Pick up ringsek di pintu kanan, ban depan patah, dan kaca depan retak.
Dua motor Vario mengalami kerusakan mulai dari setang bengkok, body pecah, hingga spion patah. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta.
“Kecelakaan ini murni akibat kelalaian pengemudi Pajero yang memaksa mendahului tanpa perhitungan. Untung tidak ada korban jiwa. Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati,” ujar Iptu Rita.
Kecelakaan di Piyungan ini menjadi pengingat nyata akan bahaya manuver berisiko di jalan raya, terutama saat melintasi turunan yang rawan kecelakaan.
Kejadian ini menunjukkan bahwa sekecil apa pun kelalaian pengemudi bisa berakibat serius bagi pengguna jalan lain. (Eln)












