News  

BMKG DIY Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Pantai Selatan Yogyakarta pada Selasa, 9 September 2025

BMKG DIY memperingatkan potensi gelombang tinggi 2,5–4 meter di pantai selatan Yogyakarta pada Selasa, 9 September 2025. (Dok BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini jelang hari Selasa, 9 September 2025. BMKG meminta warga pesisir dan wisatawan mewaspadai potensi gelombang laut tinggi yang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Yogyakarta.

Dalam prakiraan cuaca harian yang berlaku 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, BMKG merinci kondisi atmosfer Yogyakarta. Pagi hari cuaca diperkirakan cerah berawan, namun siang hingga sore muncul potensi hujan ringan di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara.

Malam hari, hujan ringan berpotensi turun di Bantul selatan serta Kulon Progo selatan, sementara dini hari langit akan kembali berawan.

Suhu udara Yogyakarta diprediksi berada di kisaran 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi, 60 hingga 95 persen. Angin berembus dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 25 km per jam.

Namun, yang paling menyita perhatian publik adalah prakiraan gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta.

BMKG menyebut gelombang bisa mencapai 4 meter, kategori tinggi yang berisiko besar terhadap aktivitas nelayan, pelayaran kapal kecil, hingga wisata bahari.

BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan wisatawan agar menunda aktivitas berisiko tinggi, seperti berenang atau memancing di tepi pantai.

Ancaman Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

Gelombang tinggi ini diprediksi bisa terjadi di sepanjang pantai selatan Yogyakarta, termasuk Pantai Parangtritis, Baron, hingga Glagah yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Warga diminta tidak lengah meski cuaca daratan tampak cerah. Air laut sewaktu-waktu bisa menelan siapa saja yang nekat bermain di bibir pantai.

Wisatawan dari luar daerah pun menjadi sorotan. Banyak yang berencana menikmati libur di pantai selatan, namun BMKG menegaskan agar mereka selalu memantau informasi terbaru.

“Wisata boleh, tetapi keselamatan harus diutamakan. Gelombang tinggi ini nyata, bukan sekadar ancaman,” tambah BMKG.

Dengan kondisi ini, nelayan tradisional diminta menunda melaut agar tidak terjebak gelombang ganas. Kapal-kapal kecil berisiko terbalik jika memaksa menembus ombak. Bahkan, aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat bisa terganggu karena gelombang menghantam dermaga.

BMKG menegaskan gelombang tinggi bukan hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga bisa merusak ekosistem pesisir. Ombak besar mampu menggerus pasir pantai, merusak tambak, bahkan menyeret perahu nelayan ke tengah laut.

Peringatan dini ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Warga diingatkan agar tidak menantang maut dengan mendekati garis ombak.

Wisatawan dihimbau menikmati keindahan pantai dari jarak aman, sementara nelayan diminta bersabar hingga kondisi kembali bersahabat.

Hari Selasa, 9 Septe,ber 2025 ini, Yogyakarta tidak hanya menghadapi hujan ringan di beberapa titik, melainkan juga ancaman gelombang laut yang bisa berubah menjadi tragedi jika diabaikan. Ombak setinggi tembok rumah itu siap menghantam tanpa kompromi.

“Waspada, jangan lengah, karena keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar rekreasi atau keuntungan sesaat,” himbau BMKG.