News  

Raih Juara Pertama Lomba Karnaval Tingkat Kampung, Warga RT 26 Suryoputran Gelar Syukuran Jenang Sumsuman

bernasnews – Ketua beserta Jajaran Pengurus RT 26 Suryoputran menggelar “Syukuran dan Jenang Sungsuman” atas kesuksesan meraih beberapa kejuaraan lomba dalam rangka peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemuda Kampung Suryoputran.

Acara syukuran ini dihadiri oleh Ketua dan Pengurus PKK RT 26 Suryoputran, Ketua Dasa Wisma, sejumlah Bapak-bapak Paguyuban Tanggal 5, dan seluruh peserta lomba perwakilan RT 26 Suryoputran, yang dilaksanakan di Ndalem Probodikaran, Jalan Pesindenan, Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Senin malam (8/9/2025).

Dalam sambutannya Ketua RT 26 Suryoputran GBW. Imam Karneni menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas dukungan serta kerja samanya dalam rangka peringatan serta memeriahkan HUT Ke-80 RI. Menurut Imam, semua itu dapat terlaksana dengan baik karena adanya keguyuban juga gotong royong antar warga di wilayah RT 26 Suryoputran.

“Itu bisa kita lihat dari awal bulan Agustus berupa kerja bakti serentak, pemasangan bendera, umbul-umbul penghias, keikutan berbagai lomba tingkat kampung hingga mendapatkan beberapa kejuaraan dan terutama Juara Pertama Lomba Karnaval Antar RT se-Kampung Suryoputran,” ujar Imam.

“Seandainya panitia tujuh belasan juga menyediakan trofi kejuaraan umum barangkali Tim Peserta RT 26 Suryoputran yang memperoleh juara umum tersebut. Selain juara pertama komba karnaval berhadian seekor kambing juga ada beberapa kejuaraan yang diraihnya,” imbuhnya.

Tim perserta karnaval dan lomba wakil RT 26 Suryuputran foto bersama usai acara syukuran. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PKK RT 26 Suryoputran Sri Hudani yang juga sebagai koordinator warga peserta lomba. Pihaknya merasa bersyukur kinerja dari seluruhnya sangat bagus sekali. “Semangat dan ada hubungan yang erat diantara kita semuanya. Itu merupakan modal untuk bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Sri Hudani, bahwa dana ada namun pesertanya tidak ada maka tidak akan bisa tampil, sebaliknya peserta ada namun tidak didukung dengan anggaran juga tidak akan bisa tampil dan terlaksana. Pasalnya ada kerja sama antara pengelolaan anggaran dan peserta yang bisa digerakan.

“Dengan didukung pelatih serta koreografi oleh Coach Widuri yang luar biasa, yang ditarget latihan minimal 8 kali pasti menang asal juga mampu menyesuaikan indikator-indikator penilaiannya dari panitia,” beber Sri Hudani.

Pada bagian lain, Coach Widuri saat bernasnews menanyakan tentang konsep dan busana yang dikenakan oleh tim. Ia mengatakan, bahwa busana yang dikenakan adalah busana carnival yang dipadukan dengan tarian yang diiringi musik tradisional.

“Musik tradisional sebagai pengiring tarian berjudul “Lestari Budayaku”. Sedangkan untuk penyemangat saat perform disertai  tarian kemerdekaan dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”,” jelas Widuri, yang juga sebagai pelatih senam profesional itu.

Sementara itu, Erwin Arya Ramadhani tokoh pemuda Kampung Suryoputran di tempat terpisah, menambahkan bahwa peringatan HUT Ke-80 RI dengan  tema “Merayakan Warisan, Menyongsong Masa Depan” yang diinisiasi oleh Pemuda ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk penyelenggaraan tahun ini panitia menghadirkan Dewan Juri dari luar wilayah kampung, yang mewakili dari seniman, akademisi, dan penggiat seni. Hal ini untuk menjaga independensi dan obyektifitas dalam penjurian,” ungkap papa muda itu.

“Harapannya dalam penyelenggaran tahun depan, semua RT bisa ikut memeriahkan Karnaval Suryoputran 2026. Tentunya dengan tema yang berbeda yang lebih menarik dan meriah,” pungkas Erwin. (ted)