bernasnews – Perombakan kabinet kembali dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2025. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menyebut reshuffle dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan, masukan, serta evaluasi mendalam yang terus dilakukan Presiden.
Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah pencopotan Sri Mulyani Indrawati dari kursi Menteri Keuangan.
Nama Sri Mulyani dikenal luas sebagai sosok perempuan tangguh yang mengawal perekonomian Indonesia selama tiga periode, sejak era Presiden Joko Widodo hingga awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Latar Belakang Reshuffle Kabinet Merah Putih
Dalam reshuffle ini, ada lima kementerian yang mengalami perubahan kepemimpinan, yaitu:
- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dari Budi Gunawan.
- Kementerian Pemuda dan Olahraga dari Dito Ariotedjo.
- Kementerian Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
- Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dari Abdul Kadir Karding digantikan oleh Mukhtarudin.
- Kementerian Koperasi dari Budi Arie Setiadi digantikan oleh Fery Juliantono.
Selain itu, Presiden juga meresmikan Kementerian Haji dan Umrah, yang sebelumnya berbentuk Badan Pengelola Haji. Seluruh menteri baru hasil reshuffle dilantik pada sore harinya di Istana Negara.
Jejak Panjang Sri Mulyani Sebagai Menteri Keuangan
Sri Mulyani pertama kali dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 5 Desember 2005. Sejak awal, dirinya berhasil mencetak berbagai prestasi, mulai dari menstabilkan ekonomi makro, menjaga kebijakan fiskal yang disiplin, hingga mengelola utang negara dengan lebih efisien.
Langkah reformasi yang ia terapkan di tubuh Kementerian Keuangan membawa perubahan besar, terutama dalam hal transparansi dan tata kelola. Tidak heran, ia kemudian dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum.
Penghargaan dan Prestasi Internasional
Rekam jejak Sri Mulyani tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global. Beberapa pencapaian pentingnya antara lain:
2006: Terpilih sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia oleh Emerging Market Forum dan Euromoney.
2007: Masuk sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi Globe Asia.
2008: Menduduki peringkat 23 wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes.
2010: Ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
2016: Kembali dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Keuangan.
2018: Raih gelar Best Minister in the World di Dubai, serta Finance Minister of the Year – East Asia Pacific.
2019: Dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia Pasifik oleh FinanceAsia, penghargaan yang ia raih tiga tahun berturut-turut (2017–2019).
2024: Terpilih kembali sebagai Menteri Keuangan di awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain penghargaan resmi, Sri Mulyani juga aktif dalam organisasi internasional. Ia pernah menjadi Co-Chair Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development bersama Melinda Gates, serta duduk sebagai anggota dewan dalam inisiatif UNICEF Generation Unlimited.
Sosok Penting dalam Ekonomi Indonesia
Selama memimpin Kementerian Keuangan, Sri Mulyani dikenal sebagai figur yang konsisten menjaga disiplin fiskal. Ia berupaya keras menurunkan biaya pinjaman, meningkatkan kepercayaan investor, serta memastikan keberlanjutan ekonomi Indonesia.
Ketekunan dan kiprahnya membuat dirinya dihormati, baik oleh kalangan ekonomi domestik maupun dunia internasional. Tidak berlebihan jika banyak pihak menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh perempuan Indonesia yang paling berpengaruh sepanjang sejarah modern.
Dari Era Jokowi ke Prabowo: Akhir Perjalanan Panjang
Sri Mulyani mendampingi Presiden Joko Widodo selama dua periode, yaitu 2014–2019 dan 2019–2024. Saat Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden pada 2024, ia kembali dipercaya untuk duduk di kursi Menteri Keuangan. Jabatan ini menjadikan dirinya sebagai salah satu pejabat dengan masa pengabdian terlama di posisi strategis tersebut.
Namun, kepercayaan itu hanya bertahan singkat. Pada reshuffle kabinet 8 September 2025, Sri Mulyani resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Keputusan ini menjadi titik akhir dari perjalanan panjangnya sebagai Menteri Keuangan dalam empat kabinet berbeda.
Kisah Sri Mulyani Indrawati adalah gambaran nyata bagaimana seorang teknokrat mampu mengukir sejarah lewat konsistensi, integritas, dan prestasi. Meski kini tidak lagi menjabat, warisan kebijakan dan reformasi yang ia tinggalkan akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia.
***












