News  

Pencuri Gasak Tas Buruh Rosok Bantul, Menipu Korban dengan Modus Minta Daun Sirsat

bernasnews – Seorang buruh harian lepas di Bantul menjadi korban pencurian dengan modus penipuan. Murtiningsih (56), warga Dusun Gowokan, Kalurahan Sabdodadi, kehilangan tas berisi dompet, uang tunai, KTP, hingga alat kerja.

Pencurian terjadi setelah dia didatangi orang tak dikenal yang berpura-pura meminta tolong dicarikan daun sirsat. Peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi, 7 September 2025, sekitar pukul 08.30 WIB.

Kronologi Kejadian

Diberitakan kabarjawa.com, Pagi itu, Murtiningsih sedang berangkat dengan sepeda ontel menuju lokasi untuk mencari barang bekas. Perjalanannya terhenti ketika seorang pria dengan sepeda motor Honda Supra merah menghadang di gapura Desa Sabdodadi.

Pria tersebut berpura-pura ingin menawarkan rosok sekaligus menanyakan rumah korban, beralasan agar mudah mengantarkan barang bekas lain di kemudian hari.

Dengan niat baik, korban pun mengajak pria itu menuju rumahnya. Namun setelah sampai, pelaku mulai menjalankan aksinya. Ia meminta korban mencarikan daun sirsat untuk obat ibunya. Bahkan, pelaku berjanji akan membeli dengan harga Rp3.000 per lembar.

Tanpa curiga, Murtiningsih masuk rumah. Tas selempang hitam berisi uang Rp1,5 juta, KTP, dan timbangan gandul warna kuning ia letakkan di atas sepeda motor yang terparkir di ruang tamu. Ia lalu pergi ke kebun di barat kampung untuk mencari daun sirsat.

Ketika kembali, rumah sudah sepi. Pria yang sebelumnya meminta tolong itu hilang bersama tas hitam milik korban.

Panik dan kalut, Murtiningsih mencari di sekitar pekarangan namun tak membuahkan hasil. Uang hasil kerja keras, kartu identitas, dan timbangan kerja miliknya lenyap dibawa pelaku.

Laporan ke Polisi

Dalam kondisi syok, korban segera mendatangi Polsek Bantul untuk melaporkan kejadian ini. Polisi kemudian mencatat identitas korban serta daftar kerugian.

Selain uang tunai Rp1,5 juta, KTP asli dan timbangan kerja juga hilang. Dua warga, yakni Roni Kurniawan (25) dan Didit Priyanto (33), yang berada di sekitar lokasi turut menjadi saksi.

PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan laporan tersebut. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku,” tegasnya.

Modus Licik yang Harus Diwaspadai

Kasus ini memperlihatkan bagaimana penjahat menggunakan tipu daya dengan cara yang halus. Pelaku berhasil meluluhkan hati korban dengan alasan mencari daun sirsat untuk kesehatan ibunya. Dengan wajah memelas, ia membuat korban lengah sehingga bisa membawa kabur barang berharga.

Polisi mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati menghadapi orang asing dengan alasan meminta tolong atau berjualan. “Simpan barang berharga di tempat aman,” tambah Iptu Rita.

Potret Kehidupan Kaum Kecil

Bagi Murtiningsih, uang Rp1,5 juta bukanlah jumlah kecil. Itu adalah hasil jerih payah dari pekerjaannya sehari-hari sebagai pencari barang bekas. Kini, bukan hanya uang yang hilang, melainkan juga identitas diri serta alat kerja yang penting untuk mencari nafkah.

Kisah ini menjadi cerminan getir kehidupan masyarakat kecil yang rentan menjadi sasaran kejahatan. Mereka berjuang keras untuk menghidupi diri dan keluarga, namun tetap menghadapi risiko kehilangan akibat ulah pelaku kriminal. (Eln)