News  

JPW Nilai Polisi Lambat Tangkap Pelaku Perusakan Pospol di Yogyakarta dan Sleman

JPW mendesak polisi segera menangkap pelaku perusakan Pospolantas dan mengungkap motifnya. (Istimewa)

bernasnews – Jogja Police Watch (JPW) menyoroti kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban dalam menangkap pelaku perusakan sejumlah pos polisi lalu lintas (pospolantas) di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Padahal, rekaman CCTV dengan jelas memperlihatkan wajah terduga pelaku pelemparan bom molotov di Pospolantas Pingit, Jetis, Kota Yogyakarta pada Kamis, 4 September 2025 dini hari.

Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja kepolisian. Ia menilai publik semakin gusar karena sudah empat hari berlalu, namun aparat belum juga menangkap pelaku.

“Polisi seharusnya bisa bergerak cepat karena bukti rekaman CCTV sudah sangat jelas. Tapi kenyataannya, sampai sekarang pelaku masih bebas berkeliaran,” tegas Baharuddin.

Aksi Perusakan Pospol di Beberapa Titik

Selain di kawasan Pingit, aksi perusakan pospolantas juga mengguncang sejumlah titik di Kabupaten Sleman hampir pada waktu yang bersamaan.

Aksi itu menyasar Pospolantas perempatan Monjali, Sariharjo, Ngaglik; Pospolantas Kronggahan; Pospolantas Denggung; hingga Pospolantas Pelem Gurih di Jalan Wates, Banyuraden, Gamping.

Bom molotov yang dilemparkan pelaku tidak hanya merusak fasilitas negara, tetapi juga menebar ketakutan di tengah masyarakat.

Warga sekitar lokasi kejadian mengaku resah karena aksi brutal tersebut terjadi di ruang publik yang selama ini menjadi simbol keamanan.

JPW menilai polisi seharusnya mampu menangkap pelaku dalam waktu singkat. Dengan berbekal rekaman CCTV yang jelas, aparat mestinya tidak kesulitan mengidentifikasi dan mengamankan terduga pelaku. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

“Polisi terlihat lamban. Padahal, masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan rasa aman. Jangan sampai keterlambatan ini memperkuat dugaan liar di tengah publik,” kata Baharuddin.

Tuntutan Transparansi dan Penegakan Hukum

Lambannya aparat dalam mengusut kasus ini menimbulkan spekulasi liar. JPW mengingatkan, jangan sampai sikap polisi yang tidak kunjung menangkap pelaku justru mengonfirmasi dugaan masyarakat bahwa aksi pelemparan bom molotov ke pospolantas dilakukan oleh oknum intel.

“Jika polisi benar-benar ingin menjaga kepercayaan publik, maka mereka harus segera menangkap pelaku. Jangan sampai masyarakat menduga ada permainan di balik lambannya pengungkapan kasus ini,” ujar Baharuddin.

JPW mendesak kepolisian bertindak lebih transparan dan profesional. Penangkapan pelaku bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal menjaga wibawa negara dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.