News  

Bocah 16 Tahun Ngeblong Lampu Merah Kasihan, Motor Vario Hantam Scoopy di Madukismo

bernasnews– Sebuah peristiwa menegangkan terjadi di simpang empat Madukismo, Kasihan, pada Sabtu dini hari, 6 September 2025. Motor Honda Vario dengan nomor polisi AB-4534-MJ melaju kencang dari arah selatan menuju utara.

Tanpa mengindahkan lampu merah yang menyala, bocah 16 tahun, Pandu Sapta, ngeblong. Di jok belakang, sahabatnya Candra, juga 16 tahun, ikut melaju penuh bahaya.

Dari arah barat, Honda Scoopy bernomor polisi B-5685-FDZ yang dikendarai Binandari Karin Nirmaya, 21 tahun, melintas dengan tertib. Karena jarak terlalu dekat, Pandu tidak sempat mengerem. Vario langsung menghantam Scoopy, membuat kedua motor ambruk di tengah jalan.

Benturan itu membuat tubuh para remaja terpental keras ke aspal. Pandu mengalami luka lecet di kaki kanan. Candra, sang pembonceng, mengalami punggung memar dan kepala pusing.

Keduanya segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping. Binandari, mengalami cedera kepala dan luka lecet di kaki kanan. Meski sempat tersadar, wajahnya tampak pucat dan linglung.

Afrid Zaid dan Sutan Aksan, dua pelajar yang kebetulan berada di lokasi, bersaksi melihat Vario melaju kencang tanpa memperhatikan lampu lalu lintas.

Iptu Rita menambahkan kedua saksi menyebut jika Lampu merah sudah lama menyala, tapi motor itu tetap nerobos hingga akhirnya tabrakan tak terelakkan.

PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menegaskan bahwa pengendara Vario berusia 16 tahun belum memiliki SIM. Pengendara dan pembonceng sama-sama pelajar, tidak menggunakan helm, dan tidak memiliki SIM.

“Faktor kelalaian karena menerobos lampu merah menjadi penyebab utama kecelakaan,” ungkap Iptu Rita.

Iptu Rita menambahkan Simpang empat Madukismo, Kasihan, memang titik rawan kecelakaan. Arus kendaraan dari berbagai arah sering membuat pengendara nekat menerobos demi mengejar waktu. Padahal, kawasan itu ramai lalu lintas, terutama kendaraan besar yang melintas di ring road.

Peristiwa bocah 16 tahun ngeblong ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas. Satu kesalahan kecil, seperti menerobos lampu merah, bisa berujung malapetaka. (ef linangkung)