Kecelakaan Adu Banteng di Jalan Semanu-Giripanggung, Kakek 69 Tahun Kehilangan Nyawa di Tempat

bernasnews – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan Semanu–Giripanggung. Seorang lansia bernama Sakiman (69), warga Giripanggung, Tepus, Gunungkidul, meninggal dunia setelah sepeda motor yang ia kendarai bertabrakan dengan motor lain yang dikemudikan seorang perempuan.

Insiden itu berlangsung pada Kamis, 4 September 2025 sekitar pukul 10.26 WIB di Padukuhan Pucangsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu.

Suasana di lokasi kejadian mendadak ricuh. Benturan keras dua kendaraan yang melaju dari arah berlawanan membuat warga sekitar terkejut dan berhamburan keluar rumah. Jeritan saksi mata seketika pecah menyaksikan peristiwa memilukan tersebut.

Kronologi Kecelakaan di Tikungan Tajam

Diberitakan tugujogja.id, Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan kronologi kejadian. Ia menerangkan, sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AD 6079 ASC yang dikendarai Andri Tri Rejeki (38), warga Mayungan, Klaten, melaju dari arah Semanu menuju Giripanggung.

Namun saat melewati tikungan tajam, motor tersebut bergerak terlalu ke kanan hingga melampaui garis marka. Kesalahan itu membuat jalur semakin sempit dan sulit diantisipasi.

“Naasnya, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Suzuki Shogun bernomor polisi AB 5817 PD yang dikendarai Sakiman (69), warga Giripanggung, Tepus, Gunungkidul. Kedua motor itu bertemu di tikungan sempit dan langsung adu banteng,” ungkap Ipda Nur Ikhwan.

Korban Lansia Meninggal di Lokasi

Benturan keras membuat Sakiman terpental ke tepi jalan. Tubuhnya terkapar dengan luka parah di bagian kepala. Upaya pertolongan warga tidak membuahkan hasil karena nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Sakiman mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Ipda Nur Ikhwan.

Sementara itu, pengendara Honda Scoopy, Andri, mengalami cedera kepala ringan serta lebam pada mata kiri. Pemboncengnya, Kharisma Aninda Pratiwi (28), warga Pedan, Klaten, juga mengalami luka robek di bibir serta cedera kepala ringan.

Korban Luka Dibawa ke RSUD Wonosari

Petugas kepolisian bersama tim medis segera mengevakuasi korban luka. Andri dan Kharisma dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapat perawatan intensif. Ambulans dengan sirene meraung melaju cepat meninggalkan lokasi, membawa keduanya yang masih dalam kondisi lemah.

“Keduanya sudah kami bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Kanit Gakkum.

Tikungan Rawan Jadi Sorotan

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur Semanu–Giripanggung yang dikenal rawan. Tikungan tajam di Padukuhan Pucangsari kerap memicu insiden, terutama jika pengendara melaju terlalu kencang atau tidak menjaga posisi kendaraan di jalur yang benar.

Sejumlah warga menyebutkan lokasi tersebut sering menimbulkan situasi berbahaya. Banyak pengendara yang terpaksa mengerem mendadak atau hampir bersenggolan saat berpapasan.

“Kami sering lihat motor hampir bersenggolan di sini. Jalannya sempit, tikungannya tajam, jadi pengendara harus hati-hati,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bagi pengendara agar lebih berhati-hati, terutama di jalur dengan kondisi jalan berkelok dan sempit.

Polisi mengimbau masyarakat selalu mengutamakan keselamatan dengan mengurangi kecepatan saat melintas di area rawan. (Eln)