News  

36 Inovator Raih Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah 2025 di Gunungkidul

Penerimaan Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah 2025 di Gunungkidul. (Istimewa)

bernasnews – Semangat inovasi meledak di Bangsal Sewokoprojo, Kamis, 4 September 2025. Sebanyak 36 inovator terbaik dari berbagai kategori berhasil menggenggam Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah 2025, setelah bersaing ketat dengan 131 peserta dari pelajar, ASN, peneliti, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

Acara bergengsi yang digelar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Bappeda itu menjelma sebagai panggung lahirnya ide-ide segar.

Tak hanya sekadar lomba, Krenovamaskat berdiri sebagai api penyulut budaya riset, kreativitas, dan inovasi yang kian kokoh di bumi Handayani.

Dukungan Pemerintah untuk Inovasi

Kepala Bappeda Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan gerakan kolektif untuk menggali potensi manusia dan sumber daya alam lokal.

“Kami ingin memotivasi pelajar, masyarakat, hingga ASN agar terus berinovasi. Gunungkidul memiliki potensi luar biasa, dan dengan kreativitas, kita bisa menjadikannya kekuatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Dengan tema “Dengan Semangat Inovasi Membangun Ekonomi Daerah Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal”, lomba ini juga menyiapkan data penting bagi Indeks Inovasi Daerah, yang menjadi tolok ukur kemajuan birokrasi dan masyarakat dalam berinovasi.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung memberikan penghargaan dan pesan penuh makna. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari lahirnya gagasan baru yang membumi.

“Kreativitas dan inovasi adalah pembaharuan. Ini harus tumbuh di kalangan anak-anak, ASN, hingga masyarakat. Jangan takut gagal, karena setiap kegagalan adalah batu loncatan menuju keberhasilan yang lebih besar,” tegasnya.

Endah bahkan mencontohkan inovasi sederhana namun berdampak besar, seperti biopestisida dari kulit bawang atau produk olahan dari cangkang telur. Menurutnya, kreativitas kecil yang lahir dari keseharian justru bisa mengubah wajah perekonomian lokal.

“Pemkab akan terus memberi ruang dan dukungan. Mari jadikan Gunungkidul tanah yang subur bagi inovasi di segala bidang. Dengan inovasi, kita bangun ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ragam Inovasi Masyarakat Gunungkidul

Anugerah Krenovamaskat 2025 menampilkan betapa luasnya spektrum inovasi masyarakat Gunungkidul. Dari ruang kelas, lahir ide media pembelajaran matematika berbasis game dan edukasi Pancasila digital. Dari dapur penelitian siswa SMA, tercipta sushi berbahan puli bolognese hingga brownies berbasis singkong tiwul.

Tak kalah mencengangkan, tenaga kesehatan juga mencatat terobosan, seperti CINDAI Icepack untuk mengurangi nyeri hingga SIMASDA, sistem gawat darurat yang mempercepat layanan medis.

Sementara itu, masyarakat umum pun tak mau kalah. Dari mesin tempa pandai besi modern hingga komunitas smart village berbasis BMKG, semua karya menunjukkan satu hal: Gunungkidul berdiri di atas fondasi inovasi yang kokoh.

Sebanyak 36 pemenang dari enam kategori berhasil menyabet penghargaan prestisius. Di antaranya:

  • Ahmad Almadi dengan inovasi Mesin Tempa Pandai Besi (Masyarakat Umum, Juara 1).
  • Amri Muttaqiin dengan J-MATH Game Edukasi Aritmatika (ASN, Juara 1).
  • Ari Wahyu Dewanti dengan CINDAI Icepack Nyaman Kurangi Nyeri (Tenaga Kesehatan, Juara 1).
  • Adiva Nabil Reffalina dan Norita Vindasari dengan produk Sagon Bar Kacang Gude (Pelajar SMA/SMK, Juara 1).
  • Ahmad Febrian dan Ihsan Muttaqin dengan STRONG Setrika Otomatis Anti Gosong (Sains & Teknologi SMA/SMK, Juara 1).
  • Haura Azka Hafidzah dan Fariistha Thirza Anabela dengan HUMTRE Humus Trembesi Pupuk Organik (SMP, Juara 1).

Nama-nama itu kini terpatri sebagai ikon baru Gunungkidul yang membuktikan bahwa inovasi bukan hanya milik kota besar, melainkan juga bisa tumbuh subur di tanah pedesaan.