Musim Hujan Tiba, 5 Persen Pohon di Kota Yogyakarta Rawan Tumbang

Pohon di Kota Yogyakarta Rawan Tumbang/Foto Ilustrasi: Freepik

bernasnews– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan. Dari total sekitar 20 ribu pohon yang menjadi aset DLH, sebanyak 5 persen di antaranya masuk kategori rawan tumbang.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemangkasan sekaligus siaga 24 jam penuh.

“Kalau masyarakat melihat ada pohon keropos, segera laporkan. Sejak tahun lalu sudah ada dua sif petugas jaga. Jadi, kalau ada pohon tumbang, bisa langsung kami tangani,” jelas Rina, mengutip dari tugujogja.id, Selasa (2/9/2025).

Sejumlah kawasan menjadi prioritas pemangkasan, antara lain Jalan Panjaitan Krapyak, Kota Baru, hingga Lempuyangan. Wilayah tersebut masih banyak pohon besar dan tua, sehingga membutuhkan pemantauan intensif.

“Di Jalan Panjaitan dan Kota Baru jadi titik prioritas karena masih banyak pohon besar, tinggi, dan cukup tua,” imbuh Rina.

DLH mencatat, jenis pohon yang paling banyak di jalan-jalan Kota Yogyakarta adalah Pohon Angsana dan Pohon Tanjung. Selain itu, juga ada Pohon Asem Jawa, Sawo, Tabebuya, hingga Beringin. Meski sebagian besar masih kuat, sekitar 5 persen di antaranya berstatus rawan tumbang.

Selain pohon yang tercatat sebagai inventaris, DLH memberi perhatian lebih pada Pohon Waru. Meski tidak masuk daftar aset resmi, jenis ini banyak tumbuh di permukiman dan tepi jalan.

“Cabang dan ranting pohon Waru mudah patah. Saat angin kencang atau cuaca buruk, pohon ini lebih rawan tumbang dibanding jenis lain,” jelas Rina.

Belum Ada Laporan Pohon Tumbang

Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, DLH memastikan belum ada laporan pohon tumbang. Hanya beberapa dahan dan ranting kecil yang patah di kawasan perkampungan dalam dua minggu terakhir.

“Kami bersyukur sejauh ini belum ada laporan pohon tumbang. Hanya ranting atau dahan kecil yang patah,” katanya.

Rina mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan pohon-pohon yang terlihat berbahaya. Menurutnya, keterbatasan personel membuat laporan warga sangat membantu upaya pencegahan.

“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat selalu menjadi prioritas utama. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Laporan warga sangat penting agar potensi bahaya bisa segera kami atasi,” pungkasnya.***(Eln)