News  

Titik Lokasi Demo Jogja 1 September Perlu Dihindari Beserta Tuntutan Massa

Ilustrasi Titik Lokasi Demo Jogja 1 September Perlu Dihindari Beserta Tuntutan Massa/Unsplash

bernasnews – Hari ini, Senin, 1 September 2025, Jogja digelar demo besar di depan Gedung DPRD Kota Yogyakarta.

Mahasiswa dan masyarakat menyuarakan tuntutan terkait represifitas polisi, RUU TNI, dan RUU Perampasan Aset.

 

Pada Senin, 1 September 2025, Yogyakarta menjadi sorotan publik dengan digelarnya aksi demonstrasi yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan beberapa aliansi organisasi.

Aksi ini berpusat di depan Gedung DPRD Kota Yogyakarta dengan tujuan menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah dan aparat keamanan.

Berbeda dengan kondisi Ibu Kota DKI Jakarta yang diperkirakan tidak ada aksi serupa hari ini, seruan untuk turun ke jalan di Jogja telah menyebar luas melalui media sosial.

Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa se-DIY, bersama dengan berbagai kelompok masyarakat dan aliansi, menjadi penggerak utama demonstrasi yang digelar secara damai.

Titik Lokasi dan Jadwal Demo

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun X Aliansi Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), @kagamabergerak, demonstrasi dimulai pukul 09.00 WIB dan diperkirakan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun, massa sudah mulai berkumpul sejak pukul 07.00 WIB di titik awal yang ditentukan, yaitu Bundaran UGM.

Setelah berkumpul, para peserta aksi akan bergerak menuju Kantor DPRD Kota Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Ipda Tut Harsono No.43, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo. Rute perjalanan melewati Tugu dan Jalan C. Simanjutak.

Dalam aksi ini, peserta diminta mengenakan pakaian berwarna cerah dan membawa atribut seperti bunga mawar, payung hitam, pita hitam, senter HP, buku, kertas HVS A4 kosong, serta pulpen warna merah.

Pengamanan dan Instruksi Peserta

Penyelenggara menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyusup atau provokator yang dapat memicu tindakan perusakan atau kerusuhan.

Pengamanan utama difokuskan di Kantor DPRD dengan melibatkan tiga matra TNI dan aparat kepolisian, sebanyak total 500 personil.

Anggota DPRD tetap melakukan aktivitas di gedung, sementara mahasiswa akan bergabung dengan massa di Bundaran UGM.

Setiap elemen mahasiswa diwajibkan mendata peserta aksi di jalurnya masing-masing, dan masyarakat diminta untuk menjauhi lokasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tuntutan Demonstrasi

Dalam aksi hari ini, beberapa tuntutan utama yang disuarakan antara lain:

  1. Usut Tuntas Represifitas Polisi dan Brutalisasi Aparat, Copot Kapolri Listyo Sigit
    Demonstran menuntut penyelidikan terkait tindakan represif yang dianggap berlebihan dan melibatkan kekerasan fisik, intimidasi, atau penangkapan semena-mena. Tuntutan ini muncul setelah insiden tragis yang menyebabkan meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan dan mahasiswa Amikom, Rheza Sendy Pratama.
  2. Pencabutan RUU TNI
    Para peserta menolak RUU TNI yang dinilai membuka peluang kembalinya dwifungsi militer seperti pada masa Orde Baru, di mana militer tidak hanya menangani keamanan, tetapi juga berperan dalam politik dan urusan sipil.
  3. Pengesahan RUU Perampasan Aset
    Tuntutan ini dilontarkan karena RUU tersebut sudah lama dibahas namun belum disahkan, padahal penting untuk menindak tegas praktik korupsi.
  4. Mundur Prabowo-Gibran Jika Tuntutan Tidak Dipenuhi
    Jika RUU TNI tetap dipaksakan dan RUU Perampasan Aset tidak disahkan, pemerintah dianggap tidak berpihak pada rakyat, sehingga mundurnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dianggap langkah yang diperlukan untuk mengembalikan aspirasi rakyat, termasuk kemungkinan menggelar pemilihan umum baru.

Awalnya, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk dalam daftar tuntutan, namun akhirnya direvisi dan tidak dimasukkan dalam poin utama aksi.

Titik Aksi Tambahan

Selain Bundaran UGM dan Kantor DPRD, terdapat kemungkinan titik aksi tambahan di Kawasan 0 Kilometer Jogja, yang digerakkan oleh aliansi yang belum jelas identitasnya. Analisis awal memperkirakan potensi bentrokan bisa terjadi di Kantor DPRD dengan massa gabungan dari titik tersebut.

Demo di Jogja pada 1 September 2025 menegaskan peran mahasiswa dan masyarakat dalam menyuarakan aspirasi politik dan sosial secara damai, namun tetap membutuhkan pengawasan ketat agar aksi tetap tertib dan aman.

***