bernasnews– Sebanyak 33 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Gunungkidul mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya pada Senin (1/9/2025). Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyerahkan ini di halaman kantor dinas setempat.
Para ASN yang menerima penghargaan telah mengabdikan diri dalam rentang waktu berbeda: 14 orang dengan masa kerja 30 tahun, 2 orang dengan masa kerja 20 tahun, dan 17 orang dengan masa kerja 10 tahun.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menegaskan penghargaan ini menjadi bukti ketekunan dan loyalitas ASN yang selama ini bekerja untuk memajukan pendidikan.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa ASN mampu menjaga konsistensi dan tanggung jawab meski tantangan terus berubah. Mereka bukan hanya bekerja, tetapi berjuang untuk mencerdaskan generasi penerus Gunungkidul,” ujar Nunuk, mengutip dari tugujogja.id.
Menurutnya, setiap Satyalancana adalah jejak nyata dari kerja keras yang jarang terlihat, tapi masyarakat merasakan manfaatnya.
Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menekankan agar penghargaan ini tidak hanya dipandang sebagai tanda jasa semata, melainkan amanah yang harus dijaga.
“Melayani rakyat adalah ibadah yang mulia. ASN tidak hanya dituntut hadir di meja kerja, tetapi harus mampu memberikan solusi, menghadirkan inovasi, dan menjaga integritas. Mari kita tingkatkan inovasi dan kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” tegasnya.
Bupati berharap, penghargaan Satyalancana menjadi energi baru bagi birokrasi di Gunungkidul untuk semakin profesional, transparan, dan dekat dengan masyarakat.
Satyalancana Karya Satya bagi ASN memiliki syarat masa pengabdian minimal 10 tahun. Setiap penerima penghargaan telah melewati dinamika panjang, mulai dari keterbatasan sarana hingga berbagai perubahan sistem birokrasi.
Bagi Pemkab Gunungkidul, penghargaan ini juga berfungsi sebagai inspirasi bagi ASN generasi muda. Mereka akan menjadikan keteladanan seniornya sebagai pegangan dalam menghadapi tantangan birokrasi.
“ASN yang bekerja dengan hati akan menjadi contoh. Penghargaan ini adalah bukti bahwa kesetiaan pada negara tidak pernah sia-sia,” tambah Bupati Endah.
Penghargaan Satyalancana tidak boleh membuat ASN berhenti pada rutinitas, melainkan harus memacu mereka beradaptasi dengan teknologi, menghadirkan layanan yang cepat, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pendidikan.
Masyarakat Gunungkidul pun menaruh harapan besar. Mereka percaya ASN penerima penghargaan akan semakin terpacu menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.***












